Prime banner

HONG KONG – Pepatah jawa menyebut “ora mangan nangkane nanging kecipratan pulute”, begitulah yang dialami Li Ka Shing, seorang majikan di Hong Kong yang dikejar-kejar 10 debt collector akibat ulah PRTnya. Tak tahan dengan teror yang terur menerus dilakukan oleh para debt collector, Li Ka Shing melaporkan kejadian tersebut ke Polisi.

Dalam laporannya, sebagaimana dia beberkan kepada Apple Daily, Li Ka Shing yang seorang istri asisten profesor bidang Ortopedi dan Traumatologi di HKU ini beberapa waktu sebelumnya pernah memperkerjakan seorang domestic worker asal Filipina hingga 3 tahun lamanya. Awalnya, Li mengakui kinerja PRT Filipina tersebut sangat bagus. Hingga saat dia menyampaikan maksudnya untuk meminjam uang untuk keperluan keluarganya di Filipina, Li pun tidak keberatan dan langsung memberikan pinjaman sesuai yang diminta PRTnya.

Namun, sejak usai meminjam uang, kinerja Li buruk,  menjadi buruk bahkan kian memburuk. Kejadian ini menyebabkan Li menghentikan secara sepihak PRT asal Filipina tersebut.

Li tidak menyangka, beberapa waktu usai menghentikan PRT tersebut, tepatnya 10 Januari 2018 kemarin, 40 panggilan telpon tidak dikenal masuk ke nomer ponselnya. Setelah beberapa dari panggilan tersebut diangkat, ternyata mereka adalah debt collector dari 10 finance dimana pada 10 finance tersebut, PRTnya asal Filipina yang telah dia hentikan bekerja memiliki hutang.

“Total pokok pinjamannya senilai 30-an Hong Kong Dollar” ungkap Li kepada Apple Daily.

Selanjutnya, beberapa surat tagihan atas hutang mantan PRTnya pun berdatangan. Kondisi seperti inilah yang membuat Li sekeluarga merasa terteror hingga mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada Polisi.

Ketua Employers of Overseas Domestic Helpers Association,Betty Yung saat dikonfirmasi menyatakan kejadian seperti ini jarang bisa terjadi kecuali dilakukan terhadap kreditor ilegal atau rentenir.

“Dalam banyak kejadian, kreditor akan menolak permohonan pinjaman jika masih memiliki pinjaman di kreditor lainnya” terang Betty.

Betty mendukung upaya yang dilakukan Li melaporkan ke Polisi lantaran pelecehan dan teror tersebut. [Asa/Net]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner