Marjuni : “Karena Ulah Orang Agency Bernama Niki, Adik Saya Jadi Begini”

Prime Banner

 

GROBOGAN – “Terakhir bisa nelpon ke kakaknya itu bilang kalau di Makau tertekan, orang agen namanya pak Niki katanya sadis, memaki-maki nyuruh dia jadi pelacur terus. “ tutur Munirah saat mengawali percakapan dengan ApakabarOnline.com beberapa waktu yang lalu.

Munirah (61), janda 2 anak  warga Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora Provinsi  Jawa Tengah mengaku sangat terpukul dengan penderitaan yang menimpa anak keduanya, Marianingsih (32) yang sejak dua tahun  belakangan, mengalami gangguan kesehatan jiwanya seusai pulang dari Makau.

“Setahun yang lalu, ditemukan warga di Purwodadi sana, keleleran di jalan, pakaiannya kumal, sambil bawa koper yang kondisinya sudah rusak. Untungnya, ada yang mengenali, tetangga yang kerja jadi sopir Bis, tak sengaja melihat pas nduk di kerumuni orang. “ tutur Munirah

Begitulah Munirah menuturkan, bagaimana Ningsih ditemukan diluar dugaan hingga akhirnya dibawa pulang.

Menurut penuturan Munirah, tahun 2014, Ningsih berpamitan akan berangkat bekerja ke Hong Kong.  Bahkan, Ningsih juga menandatangani surat ijin orang tua lantaran status Ningsih kala itu janda dengan satu anak. Beberapa bulan berselang, Ningsih memberikan kabar kalau dirinya sudah sampai di Hong Kong.

“Yang sering di telpon itu kakaknya, Marjuni, yang kerja di Purwodadi sana. Kalau saya,  selain gak punya HP, dulu disini tidak bisa dipake HP, karena tidak ada setrumnya” imbuh Munirah.

Hal tersebut diamini olah Marjuni, kakak Ningsih.

“Di Hong Kong itu hampir dua tahun kerja. Uangnya dikirim ke rekening saya. Dan masih ada sampai sekarang. Total yang dikirim ke saya itu ada 67 juta. Ini ada sisa 61. Karena yang lain kepake untuk keperluan anaknya Ningsih. “ jelas Marjuni seraya menunjukkan sebuah buku tabungan atas nama Marjuni.

“Kira-kira 3 bulan sebelum adek saya ditemukan linglung di lapangan Purwodadi, dia sempat nelpon ke saya kalau harus ke Makau untuk menunggu viisa. Karena nenek yang dijaga meninggal dunia dan anaknya tidak membutuhkan lagi karena beda rumah”  terang Marjuni.

“Pas di Makau itulah, adek sempat ngabari saya, cerita kalau dia tertekan dengan orang agen namanya Niki. Entah Niki itu perempuan atau laki-laki sampai sekarang saya tidak bisa menjawab. Oleh Niki, adek saya sering dimaki-maki, disuruh jadi pelacur. Dia nelpon saya sambil nangis. Katanya ditipu sama Niki, sudah keluarr duit untuk dapat job, pas dia kerjakan jobnya, ternyata kerjanya di tempat maksiat, disuruh megang-megang burung laki-laki” lanjutnya.

Dituturkan oleh Marjuni, penolakan Ningsih atas Job tersebut membuat orang yang disebut bernama Niki murka. Ningsih dimaki-maki dan disuruh jadi pelacur. Marjuni menduga, tekanan itulah yang menjadi awal dari kondisi adeknya sekarang.

“kalau sudah seperti sekarang ini, mau bagaimana mas ? Ningsiih sudah dibawa berobat kemana-mana, tidak sembuh sembuh. Beruntung dia tidak ngamuk. Tapi bagaimana dengan masa depan dia, masa depan anaknya ? “ tegas Marjuni.

Kepada ApakabarOnline.com, Marjuni mengaku sudah pernah mendatangi PPTKIS yaang memberangkatkan, namun anehnya, di kantor PPTKIS tersebut tidak ada nama adiknya terdaftar menjadi salah satu PMI yang diberangkatkan ke Hong Kong.

“Saya ini hanya orang bodoh mas, tidak tahu harus bagaimana menyikapi keadaan adik saya, tapi saya yakin, adik saya sudah dianiaya batinnya hingga seperti itu. Padahal adik saya jadi TKW itu legal” tambahnya.

Saat ApakabarOnline.com menelisik keberadaan paspor dan dokumen lain terkait status Ningsih selama menjadi PMI di Hong Kong, marjuni tidak bisa menunjukkan.

”Semua tidak ada mas, paspor atau dokumen lain tidak ada. Tahu-tahu pas saya dipanggil untuk menjemput, kondisi adik saya benar benar memiluukan. Jujur, saya sampai nangin saat pertama kali melihat kondisi adik saya waktu itu. Yang masih saya simpan, hanyalah sebuah nomer HP Hong Kong yang dulu dipake adik saya. Tapi saat ini kalau di telpon yang ngangkat sudah orang lain. Nomer itu sudah menjadi milik orang lain”beber Marjuni.

Peristiwa yang menimpa Ningsih, menjadikan Marjuni dan beberapa orang disekitar mereka beranggapan bahwa Makau merupakan negara yang kejam dan menakutkan.

“Saya wanti-wanti mas, kalau ada anak yang mau berangkat ke luar jadi TKW, saya kasih  tahu mereka agar tidak ke Makau. Sebab contohnya seperti adik saya ini. Dan kalaupun ke Hong Kong, jangan sampai mau disuruh ke Makau untuk apapun. Supaya tidak seperti adik saya” tegas Marjuni.

Melalui ApakabarOnline.com, Marjuni atas nama keluarga berharap akan mendapatkan informasi dari pembaca tentang seseorang yang bernama Niki yang bekerja di sebuah agency di Makau.

“Semoga ada yang memberitahu mas. Nanti kalau ketemu siapa orangnya, dimana alamat asalnya, saya akan membuat perhitungan. Demi Allah, saya tidak ikhlas, adik saya dibeginikan oleh Niki. Karena Ulah Orang Agen Di Makau bernama Niki, adik saya jadi begini. ” pungkasnya.  []

You may also like...