Prime banner

TSIM SHA TSUI – Masjid Jami’ Tsim Sha Tsui-Kowloon, yang akrab disebut Masjid Kowloon dan Islamic Centre, adalah masjid kedua di antara lima masjid yang dikonstruksi Pemerintah Hong Kong-China. Lokasinya terletak di Nathan Road dan Haipong Road-Kowloon, sebelah Kowloon Park. Masjid Kowloon dilengkapi dengan aula yang digunakan untuk pengajian dan tabliq akbar.

Kegiatan harian di masjid ini adalah shalat lima waktu berjamaah, dimeriahkan syiar Islam dengan mengaji iqro’ dan murratal di lantai 2 khusus putri, dan lantai 4 khusus putra. Masjid Kowloon berkapasitas 3.500 orang. Pada 1896, Masjid Kowloon dan Islamic Centre terletak di mana Kantor Polisi Tsim Sha Tsui sekarang berada, dikelola oleh muslim India.

Pada 1970, bangunan dasar masjid dipugar menjadi MTR (Mass Transit Railway). Hasil kompensasi dari pihak Mass Transit Railway Corporation dan donasi dari sesama muslim, masjid baru berhasil dibangun dan resmi beroperasi pada 11 Mei 1984 di Nathan Road No. 105-Tsim Sha Tsui, menggantikan masjid lama.

Keberadaan Masjid Kowloon digunakan dan dikelola oleh sejumlah muslim dari Asia Selatan. Banyak di antaranya tinggal tak jauh dari keberadaan masjid. Ini sekaligus sebagai sarana memfasilitasi eksistensi umat Islam minoritas yang non-Chinese.

Masjid Kowloon didesain oleh seorang arsitek muslim bernama I.M Kadri, julukan unik bagi komunitas muslim di Hong Kong. Kolaborasi arsitektur muslim tradisional dan modern, memilih empat pilar dengan diameter 11 meter mengelilingi area masjid. Ditambah dengan tiga tempat beribadah dan community hall, tersedia klinik dan perpustakaan. Lantai dasar masjid mampu menampung 1.000 jamaah.

Imam Mufti Muhammad Arshad menjadi imam dan khatib semenjak 2001. Beliau juga mengajar bahasa Arab dan mengisi kajian Jumat dalam tiga bahasa (Urdu, Inggris, dan Arab). Sementara, Imam Maulana Tayaib Qasmi, yang bermukim di Hong Kong sejak 1989, lebih banyak mengenalkan Islam di Hong Kong dengan ragam penyampaian. Tentu, banyak lagi pemuka agama seperti Dr. Tahir ul Qadri, Dr. Murtaza Sahib dan Dr. Zakir Naike yang memberikan pelajaran AlQur’an secara gratis kepada 1.500 siswa putra dan putri setelah jam sekolah di sekolah lokal Hong Kong, diutamakan yang full time school.

Sebagai pengingat sejarah, tokoh pertama yang menjadi imam di Masjid Kowloon adalah Imam Syed Mohammed Noor Shah of 14th Punjab Rajment (British Army) yang bergabung pada 1914. ”Banyak kegiatan yang diadakan sister-sister dari Indonesia. Kami harap, masjid digunakan dengan baik. Menjaga kebersihan sekaligus kenyamanan masjid. Agar setiap pengunjung, baik muslim atau pun nonmuslim, selalu memandang indah dan damai kepada Islam,” tutur Brother Ahmed, yang ditemui ApakabarOnline.com saat shalat Jum’at beberapa hari yang lalu.

Masjid Kowloon bisa ditempuh dengan MTR, turun di MTR Tsim Sha Tsui, exit A1. Bisa juga mengunjungi website-nya www.kowloonmosque.com.  [Anna Ilham]

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner