October 30, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mewabah di Kazakhstan, Virus Pneumonia Misterius di Klaim China Lebih Mematikan dari COVID-19

3 min read
Prime Banner

HONG KONG – Kedutaan besar China telah memperingatkan adanya gelombang kasus Pneumonia ‘misterius’ di Kazakhstan. Tidak hanya itu, dalam keterangannya, kedutaan China di Kazakhstan mengklaim bahwa jenis Pneumonia ini jauh lebih mematikan daripada COVID-19.

Sebagaimana diberitakan South China Morning Post, sebelum adanya peringatan ini, Kazakhstan telah melaporkan adanya lonjakan kasus Pneumonia setidaknya sejak bulan Juni lalu.

Saat ini, pihak terkait disebutkan tengah berupaya mengadakan penelitian untuk mengetahui jenis virus penyebab wabah Pneumonia baru di Kazakhstan.

“Tingkat kematian dari penyakit ini jauh lebih tinggi daripada virus corona baru. Departemen kesehatan negara itu (Kazakhstan) sedang melakukan penelitian komparatif terhadap virus Pneumonia, tetapi belum mengidentifikasi virusnya,” ungkap pihak Kedutaan China.

Namun, gambaran ‘Pneumonia yang tidak diketahui’ dari Kedutaan China ini justru diketahui berbanding terbalik dengan laporan para pejabat serta media Kazakhstan.

Pasalnya, pejabat ataupun media Kazakhstan diketahui hanya menyebut penyakit tersebut murni sebagai Pneumonia.

Belum diketahui secara pasti mengapa Kedutaan China mengidentifikasi penyakit itu sebagai ‘Pneumonia misterius atau tidak diketahui’. Pun, media asing juga tidak mengetahui secara jelas informasi lain apa yang diketahui China tentang kasus baru Pneumonia ini.

Sementara itu, dalam laman situs webnya, Kedutaan China terlihat mengutip sejumlah laporan media lokal Kazakhstan. Dari laporan ini, kedutaan lantas menyampaikan bahwa provinsi Atyrau dan Aktobe serta kota Shymkent telah melaporkan lonjakan yang signifikan dalam kasus Pneumonia sejak pertengahan Juni.

Sekadar info, Shymkent dan ibu kota Atyrau terpisah sejauh 1.500 km. Sedangkan jarak ibu kota Atyrau dan Aktobe hanyalah 330 km.

Lebih lanjut, Kedutaan China juga mengumumkan bahwa sejauh ini ada hampir 500 kasus Pneumonia di tiga tempat, dengan lebih dari 30 orang dalam kondisi kritis.

“Negara (Kazakhstan) secara keseluruhan menyaksikan 1.772 kematian akibat Pneumonia pada bagian pertama tahun ini, 628 di antaranya terjadi pada Juni, termasuk beberapa warga negara China,” lanjut pihak kedutaan.

Karena laporan ini, Kedutaan China pun memperingatkan warga negaranya yang berada di Kazakhstan untuk waspada serta meningkatkan upaya pencegahan.

“Kedutaan China di Kazakhstan mengingatkan warga negara China di sini untuk mewaspadai situasi serta meningkatkan pencegahan agar (bisa) menurunkan risiko infeksi,” tambah pihak kedutaan.

Sementara itu, Kepala Departemen Perawatan Kesehatan ibu kota Kazakhstan, Nur-Sultan, Saule Kisikova, memang menerangkan bahwa ada ratusan orang yang didiagnosa Pneumonia setiap harinya.

Selain itu, Kisikova juga menambahkan bahwa secara nasional, ada 1.700 kasus Pneumonia terjadi pada bulan Juni. Angka ini pun diketahui berjumlah dua kali lipat dibandingkan dengan bulan Juni tahun lalu.

“Sekitar 300 orang yang didiagnosis menderita Pneumonia dirawat di rumah sakit setiap hari,” ucap Kisikova kepada media Kazinform.

Sementara sekitar akhir bulan lalu, Kisikova juga sempat membeberkan bahwa dokter menemukan 600 orang sehari dengan gejala Pneumonia, dibandingkan dengan 80 orang sebelum dimulainya wabah COVID-19.

“Setiap hari, 350 hingga 400 pasien dirawat di rumah sakit di kota dengan COVID-19 atau Pneumonia,” kata Kisikova.

Terlepas dari kasus ini, Kazakhstan telah mengumumkan keadaan darurat sejak 16 Maret sebagai antisipasi penyebaran COVID-19.

Setelah sekitar dua bulan, penguncian dicabut pada 11 Mei lalu. Meski begitu, pemerintah kembali menerapkan pembatasan serta tindakan karantina di sejumlah wilayah lantaran adanya lonjakan kasus Pneumonia.

Pada Rabu (08/07/2020) lalu, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengumumkan bahwa situasi di Kazakhstan masih serius dan mengklaim bahwa masih terlalu dini untuk melonggarkan pembatasan.

Kassym-Jomart juga menambahkan bahwa Kazakhstan sebenarnya tengah menghadapi gelombang virus corona kedua ditambah dengan kenaikan besar dalam kasus Pneumonia.

Sedangkan, pada Selasa (07/07/2020), Kedutaan China mengatakan bahwa jumlah kasus COVID-19 di Kazakhstan telah mencapai 49.683, termasuk 264 kematian.

Sementara itu, dalam laporan terkini, Worldometer mencatat jumlah total infeksi COVID-19 di Kazakhstan mencapai 54.747 kasus. Sedangkan, kasus kematian mencapai 264 jiwa.[]

Advertisement