Penyet ria

MADIUN – Nasib sial dialami oleh Faiz Fardiansyah, bocah berusia 6 tahun murid kelas 1 sebuah MI di kawasan Kecamatan Saradan Madiun ini harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit usai memakan lembaran rumput laut yang dibawa Lestari,  ibunya yang sedang cuti dari Hong Kong.

“Faiz itu tidak tahu mas, kalau yang dia taburkan itu silika bubuk pengawet. Dia pikir mungkin itu gula atau apa yang ditaburkan ke makanan” tutur Lestari kepada Apakabaronline.com saat menjaga anaknya.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (25/11) siang ini, menurut penuturan Lestari, BMI Hong Kong asal Saradan Caruban Madiun bermula saat semua anggota keluarga sedang berkumpul, bercengkerama di teras rumah kediaman Lestari.

“Saat itu Faiz sedang sibuk di dalam rumah, semula saya mengetahui dia sedang sibuk dengan tas dan mainan remotnya” terang Lestari.

Namun, beberapa saat berselang, tanpa diduga-duga, saat nenek Faiz masuk ke dalam rumah bermaksud akan ke kamar mandi, mendapati Faiz kejang-kejang sambil mulutnya berbusa didekat meja makan. Teriakan histeris nenek Faiz, mengundang perhatian seluruh yang berkumpul di teras menuju sumber suara.

Paham situasinya darurat, keluarga melarikan Faiz ke rumah sakit terdekat. Setelah ditelusuri, penyebab Faiz kejang-kejang ternyata saat ditinggal sendirian didekat meja makan, Faiz meniru ibunya menggulung sushi yang terkontaminasi bubuk silica pack dalam kemasan lembaran rumput laut. Hal ini diyakini dari pengamatan keluarga Lestari, yang melihat, kemasan silica pack dalam keadaan terbuka di salah satu sudutnya, lalu bubuk silica tampak tercecer di sekitar meja dan makanan.

Saat Faiz sudah lewat dari masa kritisnya, dan kesadarannya telah pulih kembali, kepada Lestari, Faiz mengaku habis memakan sushi buatannya sendiri yang dia kasih gula tapi pahit. Gula yang dimaksud Faiz adalah silica pack yang dia bongkar kemudian dia taburkan kedalam adonan sushi sebelum dia gulung dan makan. Tak ayal, saat sushi buatan Faiz di makan, dalam jeda beberapa menit, Faiz mengalami kejang-kejang akibat reaksi kimia dari silica yang masuk ke pencernakan.

“Kejadian ini akibat keteledoran saya yang lupa tidak memberi penjelasan kepada anak saya bahwa benda ini berbahaya dan tidak boleh dimakan” terang Lestari.

“Alhamdulilah kondisinya sudah semakin membaik, Insyaallah besok siang sudah diperbolehkan pulang kata dokter” pungkas Lestari. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner