OOT KPK Tangkap Romi

Prime Banner

SURABAYA – KPK mengamankan 5 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur pagi tadi 916/03/2019). Keempat orang tersebut adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Rommy, 3 orang pejabat Kemenag dan satu orang dari swasta.

“KPK mengamankan lima orang pada kegiatan hingga pagi tadi termasuk di antaranya penyelenggara negara,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di gedung KPK Jakarta.

Menurut Febri, KPK melaksanakan tugas sesuai dengan Undang-undang No. 30 tahun 2002 tentang KPK dan juga hukum acara yang berlaku.

“Nanti kalau ada perkembangan lebih lanjut selain lima orang itu ada diamankan pihak lain. Akan kami sampaikan tapi yang bisa dikonfirmasi saat ini adalah lima orang diamankan di Jawa Timur kemudian dibawa untuk proses klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Febri.

KPK juga menyampaikan terima kasih kepada Polda Jatim yang sudah memfasilitasi dan membantu Tim KPK.

Sedangkan konferensi pers penetapan tersangka rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu (16/03/2019) sesuai waktu pemeriksaan 1×24 jam KUHAP.

Dalam OTT itu, KPK juga mengamankan sejumlah uang dalam pecahan rupiah.

“Yang bisa disampaikan saat ini, ada uang yang diamankan dalam pecahan rupiah, diduga itu terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian. Kementerian ini tidak hanya di Jakarta, tetapi juga jaringan atau struktur Kementerian yang ada di daerah juga,” tambah Febri.

Pemeriksaan awal terhadap lima orang tersebut sudah dilakukan di Mapolda Jatim dan kelimanya sudah dibawa ke Jakarta. Namun KPK belum memutuskan status hukum Rommy dan keempat orang tersebut.

“Karena prosesnya masih berjalan sesuai hukum acara yang berlaku ada waktu paling lama 24 jam akan ditentukan status hukum perkaranya. Apakah tetap di penyelidikan atau ditingkatkan ke penyidikan dan siapa yang menjadi tersangka kalau ditingkatkan ke proses penyidikan,” lanjut Febri.

Fakta Baru Terungkap. Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau Rommy ditangkap Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) di Jalan Basuki Rahmat atau tepat di depan Bank Jatim.

Menukil Jatim Now, hal tersebut diungkap oleh saksi mata, Reni Kartika. Anggota Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya itu sedang piket jaga di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Basuki Rahmat (Basra) sisi timur Surabaya.

Bersama seorang petugas Biro Reklame Warna Warni, Reni menyaksikan kerumunan di pedestrian seberang tempatnya berjaga.

“Dua orang yang sedang berjalan keluar dari Hotel Bumi ke arah utara dikejar sekitar 8 orang. Di depan Bank Jatim itulah, dua orang tadi ditangkap,” ungkap Reni kepada jatimnow.com, Jumat (15/3/2019) sore.

Saat itu, Reni mengira bahwa sedang terjadi peristiwa kecelakaan. Karena, sejumlah sekuriti Bank Jatim juga ikut menyaksikan.

“Saya kira kecelakaan, saat itu pukul 08.30 Wib. Kejadian cukup cepat sekitar 5 menit,” tambah Reni.

Reni menegaskan bahwa dua orang yang ditangkap itu sebelumnya keluar dari Hotel Bumi jalan kaki. Salah satunya terlihat membawa kertas putih.

“Yang 8 orang tadi, keluar dari hotel dengan berlari,” sambung Reni.

Setelah ditangkap, lanjut Reni, dua orang tadi kemudian dibawa masuk kembali ke Hotel Bumi melalui pintu gerbang Graha Bumi Modern itu.

“Tidak diborgol. Tapi tangannya dipegangi,” tuturnya.

Ia baru menyadari jika yang mengejar dua orang itu merupakan anggota KPK setelah beberapa waktu.

“Tadi petugas dari Warna Warni bertanya ke petugas hotel dan diberitahu bahwa itu adalah KPK,” pungkasnya.[]

You may also like...