Prime banner

MALANG – Beredarnya kabar perihal meninggalnya Nur Mujiati, seorang pekerja migran Indonesia di Hong Kong yang disebut berasal dari Malang, secara viral tersebar luas. Beberapa mediapun ikut merilisnya.

Terkait hal tersebut, saat mengetahui kabar viral perihal kabar meninggalnya Nur Mujiati, Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Kantor Regional Malang, berinisiatif melakukan pelacakan data meskipun secara resmi belum menerima laporan.

Hal itu dinyatakan oleh Muhammad Iqbal, Koordinator P4TKI Regional Malang dihadapan awak media, Sabtu (10/03) kemarin.

“Iya mas, setelah mendapat informasi dari media online dan media sosial lalu kami lacak di sistem aplikasi online  dan langsung mendapatkan datanya. Dan ternyata memang benar korban (TKI) berasal dari Kabupaten Malang,” kata Iqbal.

Ia menegaskan bahwa Nur Mujiati  yang lahir 2 November 1972 berasal dari Dusun Bangelan, Desa Bangelan RT 6 RW 01, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Lebih lanjut Iqbal menerangkan untuk melacak data TKW ketika ada permasalahan atau meninggal dunia, pihaknya menggunakan sistem pendataan PMI atau Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN).

“Kami punya aplikasi khusus untuk melacak profile TKI yang bekerja di luar negeri namanya siskoTKLN. Setelah kami lacak ternyata korban menjadi TKW ke Hongkong sejak 2008 atau sudah 10 tahunan bekerja di sana,” terangnya.

Iqbal menyampaikan atas kejadian meninggalnya korban yang statusnya legal sebagai PMI di Hongkong maka pihaknya segera berkoordinasi terkait proses pemulangan jenazah ke Indonesia.

“Untuk pemulangan jenazah kami harus urus dulu administrasinya. Kalau prosesnya lancar tidak sampai satu bulan jenazah sudah pulang ke rumah duka,” pungkasnya.

Berdasarkan data SISKOKTKLN, Nur Mujiati perempuan kelahiran 02 Maret 1972 pemegang paspor dengan nomor B4787159 ini bekerja di majikan yang beralamat di Flat 2201 22/f Kwai Fai Hse Lower Ngau Tau Kok Est Ph 1 Ngau Tau Kok Hong Kong. [Asa/Imam]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner