Prime banner

MAMUJU – Pasangan suami istri eks BMI Hong Kong berinisial ES dan eks BMI Korea berinisial HU di Mamuju Sulawesi Barat ini harus gigit jari lantaran aset usaha sebesar 500-an juta, harus kandas masa depannya usai terjaring razia aparat dan diusir warga setempat.

HU mengawali usaha ini sudah sejak 4 tahun yang lalu sejak dirinya pulang bekerja dari negeri Gingseng Korea usai beberapa bulan menikahi ES eks BMI Hong Kong asal Sragen Jawa Tengah. Ide menjalankan usaha ini terinspirasi dari usaha yang pernah dimiliki oleh orang tua ES dikawasan Pendem Sragen.

Melihat prospek yang sangat bagus, HU usai menikah mengajak ES untuk mendirikan usaha tempat hiburan karaoke dan bilyard di kampung halaman HU kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. Niatpun diwujudkan. Dengan modal yang dikucurkan beberapa tahap, hasil kerja dari Korea dan Hong Kongpun total diinvestasikan untuk membesarkan usaha ini.

“300an juta saya habiskan untuk mendirikan usaha itu sejak 4 tahun yang lalu. Patungan hasil kerja saya 250-an juta dan hasil kerja istri saya dari Hong Kong 50-an juta” aku HU yang di sampaikan melalui mamujunews online.

Di tahun kedua, saat usaha ini sudah dikenal dan memiliki banyak pelanggan, setiap hari, pemasukan antara 5 hingga 10 juta bisa mereka kantongi. Namun, usaha ini pernah beberapa kali mengalami cobaan. Sekelompok masyarakat yang resah dan mengendus aroma alkohol serta prostitusi di usaha milik pasangan eks BMI ini datang melabrak dan meminta untuk di tutup.

HU dan ES tak kurang akal, merasa modal yang digelontorkan cukup besar, merasa modal belum kembali, HU berusaha mengeluarkan uang untuk membiayai oknum agar usahanya aman.

Namun, seaman apapun pagar betis yang dilakukan oleh orang bayaran HU dan ES, toh akhirnya jebol juga. Masyarakat yang sudah memuncak emosinya, melaporkan tempat ini ke pemerintah daerah. Hasilnya, tak juga ada respon tegas untuk menindak, meskipun masyarakat menyertakan bukti-bukti alkohol, dan prostitusi.

Emosi masyarakat tak mampu dibendung lagi. Ratusan warga menggerudug tempat karaoke plus milik HU dan ES yang terletak di kawasan di Jalan Trans Sulawesi, Dusun Pasada, Desa Bonteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulbar pada beberapa malam yang lalu. Aparat keamanan yang berusaha mencegah emosi warga, tak berdaya saat berhadapan dengan ratusan warga.

Aksi main hakimpun terjadi. Setelah beberapa belas perempuan cantik dan seksi serta beberapa pangunjung berhasil dievakuasi aparat, warga langsung merusak tempat ini dan membakarnya hingga hangus dan rata dengan tanah.

Kini, HU dan ES hanya bisa gigit jari. Mendapati aset usaha yang dia bangun selama 4 tahun lamanya, hangus dan rata dengan tanah. HU mengaku menderita kerugian sekitar setengah  M besarnya.

Belum ada kejelasan, apakah peristiwa ini akan ditindak secara hukum, atau dibiarkan berlalu begitu saja. [Asa/MNO]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner