Pecel TMP Lawang – Vicka Nury Rasa Unik, Penuh Kreasi, dan Omzet Menggiurkan

Prime Banner

Siapa sih yang tidak tahu TMP? TeMPe? Bukan. TMP adalah singkatan dari Taman Makam Pahlawan. Kenapa usaha Vicka menggunakan TMP? ”Karena jualan saya deket TMP, Mbak,” jawab Vicka saat ditanya mengapa menggunakan nama itu. Vicka atau Ika, begitu ia akrab disapa, menekuni usaha atau jualan pecel sejak 2015. Sesaat setelah ia pulang kampung dan menikah.

Sebelum jualan, ia sempat tidak PeDe melakukannya. Takut ini-itu, dan lain-lain. Apalagi, selama di Hong Kong, ia sama sekali tidak pernah memikirkan akan buka usaha apa setelah tidak lagi merantau. Ia lebih sering membuat bros handmade untuk mengisi waktu senggangnya. Sesekali menerima pesanan dan menjualnya via online.

”Ketrampilan itu masih saya pakai, Mbak. Saya menerima pesanan bros, hantaran nikah, dan aneka souvenir handmade. Namun, itu hanya sampingan. Yang saya tekuni ya pecel ini…,” tambah Vicka.

Vicka berjualan tidak menggunakan tempat istimewa, ia cukup menggunakan mobil, diparkir di sebelah jalan. Kursi ditata rapi dan bertenda. Bila hujan, membereskannya pun cepat dan praktis.

 

Tidak Butuh Modal Banyak

Terkadang, yang kita pikirkan saat hendak mendirikan sebuah usaha adalah akan habis modal banyak, karena harus menyiapkan tempat, dan lain-lain. Vicka tidak membutuhkan modal banyak, karena saat akan mendirikan sebuah usaha ia sudah memiliki mobil.

”Modal awal sih tidak banyak, sekitar satu juta bahkan tidak sampai segitu. Karena hanya tinggal beli bahan-bahan untuk saya olah. Ya, waktu itu saya sudah mempunyai mobil untuk jualan. Modal lainnya ya nekat saja, yakin dengan usaha baik akan berbuah baik,” jelas Vicka.

Omzet saat ini rata-rata Rp 5-7 juta per bulan. Menggiurkan, bukan? Yang tidak kalah unik, ternyata ia menemukan belahan jiwanya, a good partner, yang mempunyai hobi memasak. Klop sudah.

Vicka yang merantau selama enam tahun di Hong Kong merasa punya kesibukan setelah sempat nganggur. Ia bertemu dengan orang-orang baru, pelanggan, dan berinteraksi dengan banyak orang yang mempunyai sifat, watak, dan kebiasaan yang beragam.

”Senangnya mendapat gaji tiap hari, Mbak. Kalau di Hong Kong kan bulanan,” lanjut Vicka. Ia merasa harus punya gaji sama agar tidak kepikiran balik lagi ke Hong Kong. Apalagi, saat ini, anak satu-satunya masih butuh kasih sayang seorang ibu. Jauh dari suami dan anak dengan gaji tinggi tidak senyaman melihat mereka setiap hari. Meski pas-pasan, kalau tujuan dan niat sama, insyaAllah usaha dan pernikahan akan semakin berkah.

 

Jualan Es Korea saat Ramadhan

Ramadhan membawa berkah bagi Vicka. Ia mendapat ide untuk berjualan es korea setelah seringkali melihat drakor, drama Korea. ”Jualan es korea baru saya jalani sejak dua bulan lalu. Momen Ramadhan selalu membawa berkah dan ide kreatif untuk kita-kita yang mau berusaha. Jualannya juga menjelang buka puasa. Saya jualan tidak jauh dari mobil Pecel TMP-Lawang.”

Vicka mengaku, tiap hari mendapat pelanggan yang penasaran dengan es korea. Apa benar akan bertemu dengan Oppa? Atau, bertemu dengan suasana Seoul di TMP?

Buat sahabat yang penasaran dengan Pecel TMP-Lawang dan es korea ala Vicka Nury, langsung cus saja ke Jalan Thamrin Gang Bhayangkara No. 175, CP: 0895627088714. Atau, alamat lapak, Depan Taman Makam Pahlawan-Lawang, Malang. Nah, apakah masih ragu untuk pulang kampung for good?

Vicka membuktikan, selama kita mau berusaha, pasti ada jalan. Jangankan yang punya planning, yang tidak punya plan pun bisa beradaptasi menjadi kreatif dan menghasilkan. ”Jadi, jangan takut pulang. Jangan takut memulai usaha di Tanah Air. Gunakan saja waktu luang di rantau dengan mengasah skill yang akan berguna di kampung tercinta,” tutur Vicka, mantap.

Ia berharap, usahanya terus maju dengan kreativitas tanpa batas. Karena, tidak ada usaha yang tanpa pesaing dan pelanggan setia, juga tidak serta merta selalu ada. [Anna Ilham]

You may also like...