Prime banner

JAKARTA – Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Ketua Umum DPP Gabungan Aliansi Rakyat Daerah untuk Buruh Migran Indonesia (Garda BMI), Moh. Miftah Farid meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Minggu 21 Januari 2018 sekira pukul 20.30 WIB.

Di kalangan pekerja migran, pria kelahiran Februari 1981 dikenal sebagai aktivis yang sudah malang melintang mengurusi permasalahan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, A Muhaimin Iskandar atau Cak Imin turut mengucapkan bela sungkawa mendalam atas meninggalnya Miftah Farid.

“Kita sangat berduka cita mendengar kabar meninggalnya Miftah yang selama ini tiada lelah berjuang untuk kepentingan TKW/TKI,” kata Cak Imin di Jakarta.

Menurut Cak Imin, kesungguhan kerja dan pengabdian yang dia dilakukan selama ini telah menuai banyak perubahan. Sejak Cak Imin menjadi Menakertrans hingga periode Hanif Dhakiri, berbagai kebijakan dan advokasi yang Miftah lakukan cukup mengena dan tepat sasaran.

“Tentu kita kehilangan sosok yang selama ini mengabdi demi kepentingan Indonesia di berbagai negara, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,” terang Cak Imin.

“Saya bersaksi bahwa ia adalah pejuang sejati yang tulus ikhlas mengabdi untuk kepentingan TKI kita. Tentu kita berusaha sekuat tenaga meneruskan perjuangannya membela TKI diberbagai tempat,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Satgas TKI, Nihayatul Wafiroh pun tak kuasa menahan duka setelah mendengar kabar kepergian mantan Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) selama dua periode, tahun 2005-2010 itu.

Menurut Nihayah, Miftah adalah sosok yang ikhlas dalam memperjuangkan berbagai macam persoalan yang menimpa tenaga kerja Indonesia.

”Miftah itu pejuang buruh migran yang memiliki dedikasi luar biasa kepada bangsa Indonesia, khususnya TKI,” kata Nihayah.

Untuk diketahui, Miftah adalah mantan pekerja migran Yordania yang dipercaya sebagai Staff Khusus Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Staff Khusus Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada tahun 2009-2014.

Berdasarkan informasi, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Banyuwangi, Jawa Timur tempat di mana almarhum dilahirkan, besok Senin 22 Januari 2018.[Asa/Zubaedi]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner