Prime banner

MALANG – Pekerja migran menjadi pilihan manakala di negeri sendiri sudah tidak ada lagi peluang bekerja. Pemerintah Indonesia sampai sekarang juga masih belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi seluruh tenaga kerja di usia produktif.

Dalam dialog antara Jajuk Rendra Kresna dengan para pencari kerja keluar negeri atau sekarang disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) di hotel Mirabell, Kepanjen, Rabu siang kemarin terungkap bahwa keinginan bekerja ke luar negeri ternyata sudah menjadi pilihan terakhir.

Wiwik, misalnya, salah seorang PMI dari Malang mengaku sudah berusaha memburu kesempatan bekerja di dalam negeri. Namun toh selama tiga tahun ia gagal.

Istri Bupati Malang Sedih Melihat Warganya Saat Berangkat Ke Hong Kong Seorang Perempuan, Saat Pulang Menjadi “Laki-Laki”

“Maka saya pilih keluar negeri saja, “katanya.

Sebab ia masih bersemangat memiliki cita-cita ingin mensejahterakan keluarganya. Mendengar uraian calon PMI itu,  Jajuk terharu. Tidak disadari matanya berkaca-kaca.

“Boleh.. Boleh asal semuanya harus dibicarakan yang baik dengan keluarga ya. Terutama persiapan mental. Karena panjenengan nanti akan sendirian di sana (di luar negeri),” kata Jajuk.

Jajuk terharu karena ia melihat dari sisi perempuan yang memiliki dedikasi serta semangat yang luar biasa yang diperuntukkan keluarganya. Perempuan, kata Jajuk rawan akan godaan. Karena itu ia minta bila sudah menetapkan hati bekerja ke luar negeri harus memperaiapkan bekal mental, terutama keimanan.

Selain itu juga ia meminta para PMI mempelajari dengan seksama tentang kebiasaan masyarakat tempatnya bekerja nanti.

Merantau Jadi Tenaga Kerja, Istriku Kecanthol Pria Bertenaga Kuda

“Karena itu jangan tinggalkan shalat selama di sana, “ujar Jajuk.

Kepada perusahaan pengerah tenaga kerja juga harus terbuka. Ia mengaku miris saat menyaksikan di salah satu shelter atau penampungan PMI itu tempatnya dibuat seperti penjara. Pagarnya tinggi, pakai teralis kemudian ditambah dengan kawat berduri.

Di wilayah Kabupaten Malang sebenarnya hanya ada tiga perusahaan pengerah tenaga kerja atau Perusahaan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS-dulu PJTKI) yang terdaftar di Disnaker. Disnaker Kabupaten Malang mencatat ada 60 perusahaan lebih, ternyata sebagian besar adalah kantor-kantor cabang dan tempat penampungan saja.

Terlena Dalam Pelukan Majikan, Shepia Mantab Ceraikan Suami Saat Pulang Ke Kampung Halaman

Interaksi antara calon PMI dengan masyarakat dan keluarganya menurut Jajuk harus tetap ada. Itu penting, kata Jajuk mengingat pada saat interaksi itulah akan banyak didapat wejangan, pesan-pesan moral dari keluarganya.

“Insyaallah kalau perusahaan memberi kesempatan seperti itu, barokahnya akan semakin banyak dan besar,” ucapnya.

Usai berdialog, Jajuk menyerahkan santunan kepada 10 anak-anak piatu yang orang tuanya meninggal saat bekerja di luar negeri. [Widodo]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner