Pilu Nasib Tati, CPMI yang Tertunda Berangkat Karena Pandemi

Prime Banner

KEDIRI – “Satu setengah tahun yang lalu saya ditinggalkan oleh suami saya, dipanggil Tuhan, dan sekarang ini saya menghidupi kedua anak saya sendirian, saya sangat kesulitan ekonomi, saya mohon kepada Bapak Presiden jokowi dan Ibu Menteri, supaya membuka kembali proses kami bisa bekerja ke luar negeri …

Begitulah petikan kalimat menyayat yang disampaikan oleh Tati, seorang janda dua anak asal Kediri, yang karena wabah COVID-19, dia sebagai CPMI yang sudah mendapatkan visa untuk bekerja di Hong kong harus kembali pulang ke rumah menunggu sampai waktu yang belum jelas untuk bisa memulai bekerja di Negeri Beton.

Tati merupakan satu dari ribuan CPMI yang pulang meninggalkan penampungan P3MI tempatnya berproses, tertunda keberangkatannya sampai waktu yang tidak mereka ketahui.

Pageblug COVID-19 mau tidak mau memang menjadi pukulan seluruh orang di dunia, terutama dari sisi ekonomi.  Di Jawa Timur, ribuan buruh terancam kehilangan pekerjaan lantaran tempatnya bekerja mengalami permasalahan kesehatan finansial, yang juga merupakan dampak pageblug COVID-19.

Penempatan Calon PMI ke luar negeri pun ikut terkena imbasnya. Beberapa sumber dari P3MI mengaku, mereka juga dihadapkan pada ancaman krisis yang tidak dapat mereka bayangkan.

Pemilik P3MI di Sidoarjo, Maxixe Mantofa misalnya, menyayangkan generalisasi yang dilakukan terhadap seluruh calon PMI yang berada di penampungan. Pasalnya, banyak dari ribuan CPMI yang terpaksa dipulangkan, mereka telah mengantongi visa kerja.

Maxixe dalam uraian yang didukung dengan data di laman sosial media miliknya menyebut detail potensi yang harus dilewatkan dari generalisasi tersebut.

Setidaknya, andaikan mereka yang telah mendapatkan visa tetap bisa berangkat ke negara penempatan, akan mengurangi beban perekonomian negara dibanding harus menahan seluruhnya.

Di negara penempatan seperti Hong Kong dan Taiwan, mereka menyatakan tetap menerima PRT asing yang masuk lantaran membutuhkan meskipun negara-negara tersebut juga didera pageblug COVID-19. Mereka telah menyiapkan prosedur dan langkah – langkah tertentu untuk tetap bisa menerima kedatangan PRT asing yang memang dibutuhkan warganya. []

 

You may also like...