Prime banner

NGAWI – “Kalau tidak terjadi kecelakaan, ya tidak ketahuan kalau dia ngeclek sampai Palangkaraya” papar Muhsin, warga Kartoharjo Magetan  yang saat ini menjadi pekerja migran di Korea.

Di perantauannya yang jauh dari kampung halaman, Muhsin harus menahan beban dilema atas perilaku istrinya yang menurutnya tidak setia. Yanti, istri Muhsin yang dinikahinya sejak 4 tahun silam hingga saat ini masih terikat kontrak sebagai domestic worker di Hong Kong. Meskipun Hong Kong Korea sebenarnya secara teknologi mudah melakukan komunikasi, namun Muhsin mengaku sulit untuk berkomunikasi dengan Yanti istrinya.

Selama ini Muhsin selalu berprasangka baik pada Yanti. Seperti pengakuan Yanti terhadap Muhsin, bahwa Yanti mengaku tidak enak jika harus sering-sering memegang gadget. Dan awalnya, Muhsinpun percaya yang disampaikan Yanti.

Namun, pengakuan Yanti, berbeda 180 derajat dengan temuan Muhsin setengah tahun belakangan ini. Akun facebook dan nomor whatsapp yang biasa digunakan Yanti untuk berkomunikasi dengan Muhsin, memang tidak setiap hari aktif, tapi tanpa Muhsin ketahui awalnya, ternyata Yantti diam-diam memiliki nomer whatsapp dan alamat facebook lain. Muhsin mengetahui hal ini dari temannya sesama PMI Korea.

Merasa penasaran, akhirnya Muhsinpun memancing akun facebook tersebut. Dan benar rupanya, akun facebook yang ditunjukkan teman Muhsin ternyata milik Yanti yang dikendalikan Yanti setiap saat.

“Yang membuat saya sakit hati itu dia chating mesum mas denngan anak-anak Korea lainnya (PMI Korea). Saya ditunjukin beberapa foto dan video yang direkam anak-anak disini. Kan malu saya jadinya.” Aku Muhsin.

Saat Muhsin mengklarifikasi temuan foto dan video tidak senonoh pada Yanti, tiba-tiba Yanti memutus komunikasi.

“6 bulan saya kehilangan kabarnya, tanya keluarga di rumahpun juga tidak ada yang tahu menahu” lanjutnya.

Keterputusan komunikasi yang sempat berlangsung selama 6 bulan tersebut akhirnya terjawab dengan sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang menimpa Yanti. Bukan di Hong Kong lokasinya, bukan pula di Ngawi atau di Kartoharjo Magetan, melainkan di Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Muhsin awalnya sempat kebingungan, namun setelah dilakukan penelusuran, ternyata, awal bulan Februari kemarrin, Yantti pulang cuti ke Indonesia. Tidak seorangpun di Ngawi maupun di Magetan yang dikabari. Dan sesampai di bandara Juanda, Yanti melanjutkan perjalanan bukan ke Ngawi atau Magetan, melainkan menyambung penerbangan ke Palangkaraya menemui kakak kelasnya sewaktu masih SMA.

“Yanti kecelakaan berdua dengan yang namanya Heru, anak Jogorogo Ngawi yang kerja di kelapa sawit. Heru itu kakak kelasnya waktu di SMA. Berdasarkan isi komentar di facebook samarannya Yanti, tercermin, kalau ada hubungans istimewa antara Yanti dengan Heru” terang Muhsin.

Orang pertama yang menerima kabar kecelakaan tersebut adalah kakak Yanti yang selanjutnya mengabari keluarga Muhsin dan Muhsin sendiri yang berada di Korea. Kakak Yanti dan adik Muhsinpun berangkat ke sebuah rumah sakit di Palangkaraya sesuai informasi yang mereka terima. Saat mereka sampai di sana, Yanti dalam kondisi tidak sadarkan diri selama 4 hari sejak insiden kecelakaan terjadi. Dituturkan keluargannya, Yanti mengalami patah tulang kaki dan retak tulang tengkoraknya.

Disaat suasana darurat, kakak Yanti dan adiknya Muhsin, menemjukan fakta, Yanti menginap disebuah hotel di kawasan Kota Palangkaraya bersama Heru. Koper Yanti yang dibawa dari Hong Kong serta beberapa barang Heru masih berada di sebuah kamar hotel yang mereka sewa. Di meja rias, kedua kerabat Muhsin dibuat tercengang saat menemukan beberapa bungkus kondom yang belum terpakai serta dua buah kondom yang telah dipakai dibuang di boks sampah dalam kamar.

Disamping itu, di smartphone Yanti, adik Muhsin dan kakak Yanti menemukan puluhan foto dan video adegan persetubuhan Yanti dengan Heru di kamar hotel tersebut.

Mendapati fakta demikian, kepada ApakabarOnline.com Muhsin mengaku yakin dan mantap, akan mengurus perceraiannya dengan Yanti setelah kontrak kerjanya di Korea habis setahun lagi.

“Memang betul, perselingkuhan itu bukan karena seseorang berstatus TKW atau TKI, tapi setidaknya, kondisi menjadi TKI atau TKW yang terasa bebas lantaran jauh dari kerabat, jangan dimanfaatkan untuk berselingkuh. Diselingkuhi itu sakit rasanya. Tolong, kepada perempuan, kepada laki-laki yang membaca curhatan saya, jangan ditiru perilaku istri saya. Kecelakaan yang menimpa dia merupakan balasan kecil dari Allah atas penghianatan janji suci saat akad nikah dilangsungkan” pungkas Muhsin.

Untuk memudahkan perawatan, sudah seminggu belakangan, Yanti dibawa pulang ke Ngawi, untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit Madiun. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner