Prime banner

CIREBON – BMI asal Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Hasan Basri (22), yang kecelakaan kerja pada kapal di Afrika dan sempat dikurung oleh majikannya, sudah pulang ke rumah. Hasan berhasil pulang, Senin sore (6/11), meski banyak perlakuan tidak mengenakkan.

Ditemui Radar Cirebon di rumahnya, Hasan mengatakan memaksakan diri pulang meski dalam kondisi sakit. Dirinya pulang seorang diri.

“Dari tempat penampungan kerja sampai bandara, saya hanya diantar oleh sopir saja. Setelah di bandara dan sampai ke rumah, saya sendirian,” ujarnya.

Alami Kecelakaan, BMI asal Cirebon Jarinya Putus

Walaupun tiket telah disediakan, namun Hasan mengeluh. Perjalanan pulang seorang diri dengan kondisi sakit, sangat memberatkannya. “Tiket memang disediakan. Tapi ketika pulang, banyak sekali hambatannya,” terangnya.

Ketika di Bandara Adis Baba, dia dipersulit petugas. Hasan diinterogasi polisi, menanyakan identitas karena data yang ada di tiket berbeda. “Diminta uang sama petugas polisi supaya tidak diproses karena tiketnya tidak sesuai. Karena ingin cepat pulang ke Indonesia, akhirnya saya kasih 110 dolar Amerika,” ujarnya.

Saat ini Hasan butuh pengobatan karena ada beberapa bagian tubuhnya yang cedera dan sakit. Tidak banyak yang diungkapkan Hasan, mengingat kondisinya saat ini yang baru saja berobat.

Diberitakan sebelumnya, Hasan mengalami kecelakaan kerja di Afrika, Rabu (25/10). Pasca kecelakaan kerja tersebut, Hasan bukannya diobati dengan baik, namun justru dikurung dan diisolasi oleh majikannya pada sebuah kamar setelah pulang dari rumah sakit. [Asa/den- Radar Cirebon]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner