Ratusan Mantan PMI Diberi Pelatihan “Toko Bahasa”

Prime Banner

BATANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang melakukan pembinaan pada ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sudah pulang atau purna.

Melalui program pengembangan dan pendampingan “TOKO BAHASA” para imigran dilatih secara berkelompok agar memiliki kesadaran dan kemampuan berwirausaha.

“Program ini bertujuan agar kelompok dampingan memiliki kesadaran dan kemampuan berwirausaha, selain itu juga dapat bersinergi dengan program-program pemerintah, sehingga bekerja ke luar negeri bukan lagi sebagai pilihan utama,” terang Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang, Tulyono melalui Kabid Pelatihan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Gandi Windu Nurcahya, Selasa (12/2/2019).

Pelatihan PMI saat ini masih dipusatkan di Desa Kedungmalang Kecamatan Wonotunggal pasalnya di desa tersebut merupakan basis buruh migran di Kabupaten Batang.

Gandi mencatat di Desa Kedungmalang, saat ini terdapat sekitar 200 orang PMI yang bekerja di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura dan Arab Saudi.

“Buruh migran yang sudah pulang atau PMI Purna mencapai 100 orang lebih rata-rata dari PMI purna tersebut adalah perempuan usia produktif,” jelasnya.

Dikatakannya, PMI purna yang mendapatkan pendampingan, diprogreskan untuk memiliki produk, tahap sekarang masih menyelaraskan pemikiran antara Pendamping, Kelompok dan Pihak Desa, seperti mengerucutkan produk yang akan di Branding dan strategi pemasaran serta inovasi.

Selanjutnya membranding Produk yang rencananya diciptakan, berupa produk Sale Pisang Aneka Rasa yang merupakan produk biasa yang diinovasi, misalnya, Sale Pisang Anti Baper Sale Pisang Anti Galau, Sale Pisang Anti Mainstream, dan Sale Pisang Anti Pati.

“Terakhir membuat “Toko Bahasa”, sebagai Strategi Marketing dan Wisata, ketika semua elemen seperti SDA, SDM serta Produk-produk sudah siap, maka selanjutnya adalah memanfaatkan potensi PMI Purna yang mampu berbahasa asing seperti Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa Mandarin dengan baik,” terangnya.

Selain itu, melalui program tersebut diharapkan dapat mengembangkan potensi lokal Desa Kedungmalang dengan merangkul masyarakat, selain PMI Purna dan para remaja desa sebagai kader penggeraknya.

“Setiap desa punya potensi, yang sebenarnya kalau dikelola merupakan aset yang luar biasa untuk Desa Kedungmalang ke depan seperti untuk berjualan dan travel guide,” ujarnya.

Sementara pendamping program, Tacik Setianingsih mengatakan program tersebut akan berjalan setahun penuh mulai 11 Januari pendamping sudah terjun di lapangan, lalu 14 januari terjun wawancara ke PMI purna untuk memetakan siapa saja yang mahir bahasa asing sekaligus menentukan bagian produksi sale.

“Tanggal 17 Januari warga mendapatkan sosialisasi program dan awal bulan ini mulai dilakukan pelatihan membuat produk sale pisang,” ujarnya.

Disela-sela mulai berjalannya program warga juga distimulus dengan pelatihan pengelolaan limbah dan seni tari.

“Harapannya kita mampu bersinergi dengan program Bupati Batang yaitu Seribu Pemuda Berwirausaha, one village one product,dan menciptakan 1.000 lapangan pekerjaan serta Visit Batang 2022,” pungkasnya. [Tribun Jateng]

You may also like...