Saat Memohon Pertolongan Allah, Doa ini Bagaikan Anak panah yang Melesat Tepat Sasaran

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Pada sepertiga malam terakhir, kita disunahkan untuk bangun dari lelapnya tidur dan mengerjakan salat tahajud meski hanya dua rakaat.

Disunahkannya salat malam ini, salah satunya berdasarkan firman Allah dalam Al-Qur’an Surah As-Sajdah ayat 16-17.

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.

Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 16-17).

Dari ayat di atas, dapat kita pahami bahwa pahala salat tahajud tidak bisa digambarkan secara pasti betapa nikmat dan indahnya.

Namun, meminjam istilah Imam Syafii, salat tahajud bagaikan anak panah yang tepat sasaran mengenai apa yang diincarnya. Sederhananya, barang siapa yang salat tahajud kemudian mengadukan hajatnya kepada Allah niscaya Dia akan mengabulkannya.

Mengenai tata cara salat tahajud tidak jauh berbeda dengan salat lainnya yaitu diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Sementara untuk jumlah rakaatnya, para ulama sepakat bahwa minimal salat tahajud adalah 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.

Dari Ibnu Umar ra, Nabi Muhammad saw bersabda, ”Salat malam atau salat tahajud itu 2 rakaat 2 rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu subuh, maka hendaklah lakukan salat sunah witir 1 rakaat sebagai penutup yang menjadi salat yang sudah dilakukan sebelumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebagai ibadah yang doanya akan tempat sasaran, berikut adalah doa setelah salat tahajud:

“Allaahumma lakal hamdu anta qayyumus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqu, wa qaulukal haqqun, wal jannatu haqquw wannaaru haqquw wan-nabiyyuuna haqquw wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallama haqquw wassaa’atu haqq.”

“Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqoddimu wa antal mu’akhkhiru laa ilaaha anta. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.”

Artinya: “Ya Allah bagi-Mu-lah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Maha benar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad saw adalah benar serta hari kiamat adalah benar.”

“Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, hanya kepada-Mu aku kembali (bertaubat), kepada-Mu aku mengadu, dan kepada-Mu aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya (untuk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah.”

Semoga bermanfaat, semua hajat terkabulkan dan mendatangkan keberkahan. Wallahu a’lam.[Hadi ]

You may also like...

Leave a Reply