Prime banner

CENTRAL HONG KONG – “Sedetik saja terlambat, mungkin mbaknya tak bisa diselamatkan” tutur Sandy, BMI Hong Kong yang dengan sigap berhasil menyelamatkan Nyawa TS di dermaga Central Sore (21/09) kemarin.

Peristiwa ini bermula, saat Sandy yang sore itu sedang janjian menunggu temannya di kawasan Central Harbour melihat sosok perempuan yang mencurigakan gerak geriknya. Perempuan berkemeja panjang warna merah tersebut terlihat oleh Sandy mondar mandir seperti sedang gelisah.

“Wajahnya pucat, tegang, gerak geriknya menunjukkan orang yang sangat gelisah” tegas Sandy kepada Apakabaronline.com malam tadi (21/09).

 

Ini Jati Diri Jenazah yang Ditemukan di Dermaga 10 Central

 

Melihat keanehan tersebut, mata Sandy tidak pernah lepas memperhatika. Dan keanehan yang di rasakan Sandy terjawab saat tiba-tiba, perempuan tersebut memegang sebilah pisau dapur dan hendak menghunuskan ke ulu hatinya, persis di bbir salah satu sisi dermaga.

“Sontak saya berlari mendekat, menyeret tubuh si mbak itu, lalu saya rebut dan saya buang pisaunya ke laut. Kami berdua sampai terjengkang ke tanah” terang Sandy.

 

Wasiat Alhamarhumah Anik Pada Ibunda

 

Saat itu, Sandy menyadari dan meyakini, berdasarkan perilaku yang ditunjukkan, BMI yang diketahui berinisial TS tersebut sedang mencoba bunuh diri.

“Spontan saya tampar muka mbak TS berkali kali sambil saya bentak ‘kenapa kamu mau bunuh diri ? bodoh banget kamu’” lanjutnya.

Setelah semua terkendali, akhirnya Sandy berusaha menenangkan TS sambil menanyai apa sebabnya sampai senekat itu. Ditengah—tengah mereka ngobrol, tiba-tiba, dua orang petugas Polisi datang menghampiri. Mereka menerima laporan dari seseotrang bahwa ada dua orang sedang bertengkar.

Setelah dijelaskan duduk permasalahannya, kedua Polisi tersebut pergi meninggalkan mereka seraya meninggalkan pesan kepada TS “hidup itu indah, jangan disia-siakan, kamu masih muda” kemudian berlalu pergi.

 

Ini Jati Diri Pelaku Bunuh Diri Di Apartemen Sorrento Yau Ma Tei

 

Setelah teman Sandy yang ditunggu telah tiba, mereka bertiga akhirnya bersama menuju ke kontrakan teman Sandy untuk melakukan colling down.

Saat berita ini diturunkan, terungkap penyebab TS hendak bunuh diri. Melalui Sandy, TS menuturkan bahwa TS sedang didera masalah, di kampung halaman datang sepucuk surat tagihan dari sebuah finance di Hong Kong atas nama TS dengan total pinjaman senilai HKD 30 ribu. Kondisi tersebut diperparah, saat terdengar kabar, suami TS menghamili sepupu TS. Kedua kabar buruk tersebut, mengakibatkan ibunda TS mengalami kelumpuhan akibat stroke.

 

Dihimpit Masalah, PMI Asal NTT Gantung Diri

 

“TS ini korban penipuan, dia ditipu teman yang baru dia kenal di Hong Kong untuk minjam uang di bank. Setelah itu cicilannya tidaak pernah dibayar oleh yang make uang tersebut. Belum lagi, ditambah masalah di rumah. Karena itulah dia pusing sampai-sampai akan bunuh diri” terang Sandy kepada Apakabaronline.com siang (22/09) ini.

Saat Apakabaronline.com berusaha menghubungi TS, melalui Sandy, TS mengaku menolak lantaran belum siap dikonfirmasi. Sandy, memastikan kondisi TS saat ini sudah kembali membaik. Sandy mengaku terus memantau TS melalui telpon agar jangan sampai TS kembali berpotensi melakukan perbuatan nekat lagi.

Sebagai kawasan moteropolis, dengan berbagai tuntutan dan himpitan hidup yang dirasakan masyarakatnya, di Hong Kong sering sekali terdengar peristiwa bunuh diri. Jika pembaca mengetahui ada orang yang hendak melakukan perbuatan bunuh diri, jika merasa tidak bisa mencegah, pembaca bisa melaporkan ke layanan Hong Kong Samaritan Preventing Suicide dengan nomor telpon 2389 2222, Life Hotline 2382 0000, Caritas to Qingxuan di nomer telpon 18288, Social Welfare Department pada nomer telpon  2343 2255, Samaritan Hotline (Multilingual)  2896 0000, Tung Wah Group of Hospitals Zhiruo Park 18281, serta Hospital Mental Health Line di nomer telpon 2466 7350. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner