Prime banner

Sidang perdana gugatan cerai mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terhadap istrinya, Veronica Tan, ditunda sepekan. Namun, fakta sudah terang benderang: ada sosok pria lain yang menjadi penyebab olengnya biduk rumah tangga Ahok-Vero yang telah berumur 20 tahun itu.

*** 

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara akhirnya menunda persidangan gugatan cerai mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap istrinya, Veronica Tan, hingga Rabu, 7 Februari nanti. Hal itu dilakukan karena pihak Veronica, selaku tergugat, tidak hadir pada sidang yang berlangsung di ruang 402 lantai 2 Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (31/1).

Sidang perdana gugatan Ahok memang hanya dihadiri dua kuasa hukumnya, Fifi Lety Indra dan Josefina Agatha Syukur. Itu sebabnya, persidangan yang dijaga ketat puluhan polisi tersebut hanya berlangsung sekira 15 menit, pukul 10.10-10.25 WIB. Molor sejam dari jadwal semula, pukul 09.00 WIB. Persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sutaji dengan hakim anggota Taufan Mandala dan Ronald Salnofri Bya itu berlangsung tertutup.

Mengutip Josefina, saat persidangan, hakim menanyakan perihal ketidakhadiran pihak Veronica. Josefina kemudian menyerahkan surat yang berisi pernyataan ketidakhadiran Vero – sapaan karib Veronica – kepada majelis hakim. ”Agenda sidang hari ini ya cuma begitu. Kami menyampaikan surat yang dititipkan Bu Vero. Dalam suratnya, Bu Vero menyatakan menyerahkan (soal perceraian) pada kebijaksanaan hakim,” ujar Josefina. Setelah menerima surat Vero, barulah majelis hakim menunda persidangan.

Seperti marak diwartakan sejak awal Januari lalu, Ahok mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya, Veronica Tan, ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 5 Januari 2018. Berkas gugatan cerai tersebut ditandatangani langsung oleh Ahok di atas meterai. Dalam tempo singkat, fotokopi berkas gugatan cerai yang viral di media sosial itu pun sontak memicu ”heboh nasional”.

Banyak kalangan terkejut, bahkan ada yang meyakini kabar tersebut sebatas hoax. Maklum, sebagai pejabat publik, Ahok selama ini kerap tampil mesra dan harmonis bersama Vero. Setelah sempat jadi gunjingan, kuasa hukum Ahok, Josefina, tampil memberikan konfirmasi bahwa kabar seputar gugatan cerai tersebut benar adanya. Sebegitu jauh, Josefina masih belum mau membeberkan alasan di balik gugatan pria 52 tahun asal Belitung Timur itu.

Ia hanya memastikan, keputusan bercerai sudah dipertimbangkan matang oleh kliennya. ”Secara kasat mata, yang kita lihat memang tampak biasa saja (harmonis). Tapi mungkin beliau (Ahok) mempunyai pertimbangan sendiri,” cetusnya. Selain menggugat cerai Vero, Ahok juga meminta kepada majelis hakim agar hak asuh ketiga anaknya: Nicholas Sean Purnama, Nathania Purnama, dan Daud Albeenner Purnama, diserahkan kepadanya.

Ahok sendiri, seperti diketahui, saat ini masih mendekam di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Ahok dihukum penjara dua tahun akibat kasus penodaan agama yang menghebohkan itu. Terkait penundaan sidang cerai, Josefina mengatakan, kebijakan majelis hakim adalah memanggil kembali Vero selaku tergugat, sesuai aturan yang berlaku. ”Tergugat dipanggil sekali lagi untuk memenuhi formalitas sidang,” tuturnya. Veronica sendiri tidak menggunakan jasa pengacara untuk menghadapi kasus ini.

Sehari menjelang sidang perceraian digelar, kuasa hukum Ahok yang juga adik kandungnya, Fifi Lety Indra, sempat mengungkapkan curahan hatinya. Lewat akun jejaring sosial Instagram miliknya, @fifiletytjahajapurnama, Fifi menulis merasa mimpi kembali ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk mengikuti sidang kakaknya.

Tulisan itu disertai unggahan foto Fifi bersama Ahok saat menjalani sidang kasus dugaan penodaan agama beberapa waktu lalu. ”Tanggal 31 harus sidang lagi ke PN Jakut. Ini kayak dejavu saja, balik ke sidang tahun lalu. Hidup ini memang kalau tidak punya iman percaya pada Tuhan Yesus akan sulit sekali dijalani. Hanya dengan memegang janji-Nya saja, Roma 8:28 dan Yeremiah 29:11, hidup ini bisa dijalani dengan sukacita dan penuh damai sejahtera. Amen,” tulis Fifi.
Masih dalam akun Instagram, Fifi juga menulis, ”Koko Ahok secara fisik di penjara, tetapi jiwanya bebas. Mungkin ada yang secara fisik bebas tetapi jiwanya justru terpenjara.”

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jootje Sampaleng, mengatakan, terkait siding perceraian Ahok dengan Vero, pihaknya telah menyiapkan tujuh mediator untuk mendamaikan keduanya. ”Ada beberapa mediator yang sudah ditetapkan (untuk memediasi mereka). Mediatornya hakim semua,” kata Jootje di kantornya, Selasa (30/1). Nantinya, majelis hakim terlebih dulu akan menawarkan mediasi. Meski demikian, ia tak mempersoalkan apabila kedua belah pihak ingin memilih mediator lain dari luar.

 

DESAS-DESUS ORANG KETIGA

Lantaran tak ada konfirmasi resmi dari Ahok-Vero beserta keluarganya, ranah media sosial pun seketika marak dengan beragam spekulasi. Menebak-nebak apa sesungguhnya penyebab dari kandasnya biduk rumah tangga Ahok dan Vero yang sudah berumur 20 tahun itu. Salah satu desas-desus yang beredar menyebutkan, Ahok menceraikan Vero lantaran keberadaan orang ketiga dalam rumah tangga mereka. Jelasnya, Vero dituding memiliki pria idaman lain.

Ketika kabar tersebut beredar, kubu Ahok masih bungkam. Selaku pengacara, Josefina bahkan menegaskan, dirinya tidak berhak mengumbar informasi apa pun yang menjadi bukti dari kliennya untuk diajukan di persidangan. ”Dalam kasus perceraian, posisi kami jelas. Tidak boleh mengumbar apa pun yang belum dibuktikan di persidangan,” kata Josefina, Selasa (9/1).

Sebagai pengacara, sudah semestinya ia menjaga kode etik untuk tidak mengumbar kasus klien. ”Seperti kasus perdata lainnya, dalam kasus perceraian selalu ada tahap mediasi. Kita menghargai tahap tersebut dan justru seharusnya kita banyak berdoa, memberikan dukungan agar mediasi bisa berjalan lancar dan dimudahkan sehingga diharapkan bisa rukun kembali,” tuturnya.

Josefina menegaskan, kalau pihaknya mengumbar semua informasi, hal itu justru berpotensi merusak gagasan mediasi. ”Kita tentu perlu mempertimbangkan juga perasaan pasangan Ahok-Vero,” sambungnya. Ia yakin, tidak ada pasangan suami istri yang ingin bercerai. Perceraian adalah musibah dalam suatu keluarga.

 

”GOOD FRIEND” TUJUH TAHUN

Namanya aib, kabar tentang keberadaan orang ketiga di antara Ahok dan Vero akhirnya terungkap ke publik. Pembocornya, tak lain Fifi Lety Indra, adik kandung yang sekaligus penasihat hukum Ahok. Kata Fifi, ia terpaksa mengungkap kondisi sesungguhnya di balik perceraian Ahok dan Vero lantaran ada unsur politisasi yang diembuskan pihak tertentu di balik perceraian itu.

Fifi antara lain menyebut isu yang menyatakan bahwa gugatan cerai ini merupakan ”politik tingkat dewa” Ahok untuk meraih simpati publik. Bahkan, ada yang mengaitkan perceraian tersebut sebagai upaya Ahok untuk menyelamatkan harta dan segala macam. ”Terpaksa kami memberikan penjelasan kejadian sebenarnya, karena kami tidak ingin ada fitnah kembali ke kita. Padahal itu tidak benar,” kata Fifi dalam keterangan di hadapan wartawan, Rabu (31/1).

Fifi menegaskan, alasan sang kakak menggugat cerai Vero memang betul terkait keberadaan orang ketiga bernama Julianto Tio, yang sudah tujuh tahun menjadi ”good friend” Veronica. Julianto disebut kerap ngotot berhubungan dengan Vero, meski sudah dilarang berulang kali oleh Ahok. ”Waktu itu Pak Ahok masih gubernur. Meminta kepada beliau (Julianto) dengan baik-baik supaya meninggalkan istrinya demi keutuhan keluarga masing-masing. Ini mengingat beliau juga sudah punya keluarga, punya istri dan anak. Tetapi dengan sombongnya Julianto menolak, bahkan terus menerus menghubungi Ibu Vero,” tutur Fifi.

Karena terus dirayu inilah, lanjut Fifi, penyebab Vero terbuai hingga tetap berhubungan dengan Julianto. ”Itu terjadi sudah sejak tujuh tahun lalu. Setelah mengetahui hubungan itu, Pak Ahok pernah minta kepada Julianto supaya tidak berhubungan dan mengganggu istrinya lagi. Tetapi Julianto benar-benar enggak ngerti. Dia terus jalan dan tega melakukan itu. Apalagi, selain Pak Ahok, Nicholas Sean (anak sulung Ahok – Red.) juga sudah minta kepada Julianto untuk tidak berhubungan dengan mamanya,” tambahnya.

Menurut Fifi, Veronica sendiri juga pernah meminta Julianto untuk menjauhi dirinya. Namun, pria tersebut tetap mengejar-ngejar Vero. ”Bu Vero sudah berjanji tidak akan berhubungan lagi dengan pria ini. Julianto sudah ditelepon dan diminta agar tidak menghubunginya lagi. Tapi pria ini tak mau melepaskan Bu Vero. Dia terus mengejar dan berhubungan lagi. Sudah dimaafkan, berhubungan lagi. Dimaafkan, berhubungan lagi. Sampai November 2017, ketika Pak Ahok dipenjara, mereka masih berhubungan,” urai Fifi.

Selain melibatkan Nicholas Sean, anak sulungnya, Ahok pun pernah melibatkan pendeta untuk melakukan mediasi. Tetapi, usaha ini juga tak berhasil. ”Mediasi sudah dilakukan bertahun-tahun. Ini keputusan sulit. Apalagi, dalam agama Kristen, perceraian itu sangat tidak diinginkan. Kita semua juga sudah berusaha: keluarga, pendeta, dan lainnya. Akhirnya, karena Pak Ahok sudah enggak tahan, ditambah lagi kondisi beliau di dalam penjara, ya sudah, keputusannya lebih baik bercerai,” kata Fifi, yang mengaku pernah memergoki pasangan Julianto-Vero jalan berdua di Singapura.

 

HAK ASUH ANAK

Lantaran peluang untuk rujuk sepertinya sulit dilakukan, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel mengingatkan perihal kuasa asuh anak yang kabarnya bakal diperebutkan oleh Ahok dan Vero. ”Yang paling merisaukan memang nasib anak-anak mereka nantinya,” ujarnya.

Secara prinsip, kata Reza, hakim akan menetapkan hak asuh dengan menilai kesiapan sekaligus kecakapan masing-masing pihak dalam hal menjalankan peran pengasuhan anak. Dan, salah satu yang pasti akan dinilai adalah tempat tinggal ayah atau ibu dalam menjalankan peran pengasuhan anak.

Soal ini, lanjut Reza, posisi Ahok jelas kurang menguntungkan. Sebab, saat ini Ahok masih mendekam di penjara. ”Penjara itu tidak layak dihuni anak-anak. Penjara dianggap sebagai tempat untuk kriminal yang tengah diasingkan dari masyarakat. Anak, di sisi lain, adalah manusia suci yang tidak sepantasnya dicemari oleh penjahat di hotel prodeo,” ujar Reza.

Meski demikian, karena Ahok tidak dikurung di penjara umum, mungkin saja pihak berwenang menambah fasilitas di sana agar lebih eksklusif, sehingga Ahok dan anak-anaknya bisa tinggal bersama – meski ini sulit dan kecil kemungkinannya. ”Di lain pihak, Veronica tidak serta-merta berada dalam posisi yang lebih kuat untuk mendapat hak asuh. Pasalnya, hakim akan mengungkap alasan perceraian terjadi.”

Sebab itu, Reza berharap, sidang perceraian Ahok dengan Veronica tetap berjalan dengan mengutamakan prinsip pemenuhan hak anak. ”Khusus tentang kuasa asuh, buatlah kesepakatan di luar persidangan. Meminjam perkataan Kak Seto, Ketua Umum LPAI, ’Cobalah untuk tetap berteman, bermitra untuk urusan pengasuhan anak’,” ujarnya. Kesepakatan seperti itu diharapkan akan lebih memuaskan Ahok dan Vero. Yang pokok, cara tersebut lebih memungkinkan terpenuhinya kepentingan terbaik bagi anak-anak Ahok dan Vero secara maksimal.

 

RAGAM KOMENTAR NETIZEN

Kabar seputar gugatan cerai Ahok terhadap Veronica, mudah ditebak, seketika memantik beragam reaksi di media sosial. Ada yang bersimpati kepada Ahok, ada yang menyayangkan andai perceraian itu terjadi, hingga komentar yang terang-terangan menyudutkan Vero. Reaksi netizen bertaburan di media sosial, tidak terkecuali di akun Instagram milik Ahok dan Vero.

Misalnya, pada akun @veronicabtp. Kendati yang diunggah foto lama, netizen membanjiri komentar dengan rasa simpati. Begitu juga dengan akun @basukibtp. Nasihat-nasihat netizen agar keduanya berdamai pun ramai memadati kolom komentar. Sesekali, di antara netizen ada yang sampai ”perang komentar”. Mengolok-olok satu sama lain. Pemicunya pun tak jelas. Yuk, kita tengok beberapa di antaranya:

@paulyart: Hidup ini hanya sementara… Kalau waktunya Tuhan suruh kita pulang…kita harus pulang… Apapun kesalahan Bu Vero, Pak Ahok harus mengampuni. Krn mengampuni bukanlah pilihan tapi perintah Tuhan yang harus ditaati… Jika kita tidak mengampuni, Tuhan juga tidak mengampuni kita. Selalu berdoa untuk Pak Ahok. Jadilah selalu menjadi teladan bagi bangsa ini.

@restualkes: Untuk bangsa dan negara kau berjuang sampai darah penghabisan. Kenapa untuk orang yang kau cintai, istri dan anak-anakmu kau menyerah…

@Sulatriana_p: Sy berhak untuk percaya isi surat itu bukan hoax… Karena kalau itu hoax pasti langsung dibantah. Tapi sy gak bs jadi hakim untk orang lain. Cuman bisa berdoa Pak Ahok tetap kuat dan tegar. Akan ada yg lebih indah pak…

@keranjanghati: Tidak ada yg sempurna. Tapi kalau berita yg beredar itu benar, gue sangat-sangat kecewa. Ternyata Ibu membohongi ratusan juta orang dengan air mata kadal. Sekali lagi jika benar ibu ternyata mendukung Bapak Ahok dipenjara. Dari 2010? Dengan alasan kegiatan gereja pula. Kamu tetap pemenang Bapak @basukibtp, tetap kuat, God Bless you…

So? Apa pun komentar netizen, Fifi Lety Indra berharap, segala macam gunjingan dan isu yang dikaitkan dengan perceraian Ahok-Vero segera dihentikan. ”Mohon segala fitnah dihentikan, karena (bercerai) itu sudah keputusan sulit. Tolong hargai privasi Pak Ahok,” jelasnya. Fifi juga mengirim pesan kepada Julianto Tio, untuk tidak lagi mengganggu keluarga besarnya. ”Kepada Tio, berhentilah mengganggu kami. Sekarang (setelah perceraian ini) kamu bebas,” tegasnya. (NGU/MAR)

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner