Stroke dan Ginjal Kuras Dana BPJS Rp 1,5 Triliun

STAF Kementerian Kesehatan RI, Mursalim membeberkan tingginya angka kematian akibat penyakit degeneratif pada acara Germas Foto | Satelit Post
STAF Kementerian Kesehatan RI, Mursalim membeberkan tingginya angka kematian akibat penyakit degeneratif pada acara Germas Foto | Satelit Post
Prime Banner

PURBALINGGA – Penyakit stroke dan ginjal ternyata “menguras” dana  BPJS paling banyak dibanding jenis penyakit yang lain.

Mengutip pemberitaan Teras ID, penyakit stroke menyedot dana senilai Rp 794 miliar melalui BPJS Kesehatan. Sedangkan penyakit ginjal menguras dana sebesar Rp 750 miliar.

“Maka untuk dua penyakit itu dana BPJS yang tersedot sampai Rp 1,5 triliun. Itu baru dua penyakit dan masih ada penyakit lain,” ujar Staf Kementerian Kesehatan RI, Mursalim pada sosialisasi dukungan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), Senin (18/2) di Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga.

Karena itu, di depan masyarakat Desa Kalikajar, Mursalim mengimbau masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat. Memenuhi kecukupan gizi, berolahraga secara teratur, dan menghindari kebiasaan yang berpotensi merusak organ tubuh.

Mursalilm mengatakan, gaya hidup tidak sehat seperti tidak makan dengan gizi seimbang, merokok, konsumsi alkohol, dan perilaku destruktif lainnya meningkatkan risiko timbulnya penyakit degeneratif.

“Saat ini jenis-jenis penyakit degeneratif menempati ranking pertama penyebab kematian akibat penyakit,” ujarnya.

Ia mengingatkan, gaya hidup masa kini cenderung menjadi penyebab tingginya kasus penyakit degeneratif di masyarakat. Penyakit degeneratif sendiri berkaitan dengan kondisi jaringan atau organ tubuh yang terus menurun seiring waktu. []

 

You may also like...