Prime banner

KWUN TONG | HONG KONG – Suhanti-Saidi, buruh migran Indonesia yang berdasarkan kontrak kerjanya berasal dari Desa Gading RT.02/01, Karangandu Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur, dirawat dalam keadaan tidak sadarkan diri alias koma di bangsal (bed) 10 ruang ICU (gawat darurat) rumah sakit United Christian, Kwun Tong. Berdasarkan dokumen yang diperoleh Apakabar+, perempuan kelahiran 2 Mei 1977 ini menderita komplikasi penyakit yang mematikan. Ia mengalami gagal ginjal dan infeksi atau radang paru-paru.

“Dia juga divonis mengalami brain death (otaknya tak lagi berfungsi). Namun dokter belum mengetahui penyebab dia mengalami brain death,” kata staf Fungsi Tenaga Kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia Hong Kong Agustaf Ilias, saat ditemui di ruang kerjanya di Indonesia Building, Causeway Bay, Jumat (5/6).

Suhanti tercatat bekerja dengan majikannya, Ms. Chan Siu Shuen Berthis, di Laguna City, Lam Tin, sejak 21 Maret 2011 atau selama 4 tahun. Ia baru saja merenew kontrak kerjanya pada 12 Mei 2015. Visa kerjanya tercatat berlaku hingga 21 Maret 2017.

Ibu dua anak yang telah bercerai dengan suaminya itu masuk ke rumah sakit pada 24 April 2015. Sejak 26 April, ia masuk ruang ICU dan koma. “Sebetulnya, selama tiga hari, 27-30 Mei, dia sempat sadar full dan dikeluarkan dari ruang ICU, dirawat di bangsal biasa,” kata Agustaf.

“Hingga hari ini, Jumat (5/6), hidupnya bergantung pada peralatan medis yang terpasang di tubuhnya,” ujarnya. Berdasarkan dokumen yang ada, selama dirwaat di rumah sakit, hidup Suhanti bergantung pada mesin cuci darah.

Suhanti bekerja disalurkan oleh agensi Further Creation (Intl) Investment Ltd., atas jasa PT Antar Bangsa Citra Dharmaiondo, Pluit, Jakarta Utara. Berdasarkan Hong Kong ID yang dia miliki, Suhanti telah bekerja di Hong Kong sejak 10 Juni 2008. [Razak]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner