Prime banner

Seorang majikan perempuan yang pada tanggal 19 Januari kemarin memesan sebuah jasa layanan transportasi berbasis aplikasi online mengungkapkan kemarahannya. Pasalnya, layanan yang dipesan untuk PRT yang sedang membawa kedua anaknya tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan semula dan sampai membuatnya kebingungan karena kehilangan jejak PRT dan kedua anaknya sampai sekian waktu lamanya.

Kejadian ini bermula saat seorang majikan bernama Nabila warga Singapura memesan sebuah taksi online Uber. Dalam keterangan pemesanan yang kemudian disepakati dengan pengemudi yang membawa, Nabila meminta pada taksi tersebut untuk membawa PRT dan kedua anaknya ke  kawasan Shenton Way.

Namun, menurut pantauan Nabila pada aplikasinya, sopir telah menurunkan PRT dan anak-anaknya di 140 Robinson Road.

“Saya langsung berlari ke 140 Robinson Road dan masih belum dapat menemukannya, jadi saya menghubungi hotline Uber dan memintanya memberi nomor pengemudi saya sehingga saya bisa mengetahui dari mana dia menurunkan anak dan pembantu saya. “terang Nabila dikutip dari straits times.

Tak Terima PRT-nya Di Gemplang Sopir Taksi, Majikan Ini Protes Di Media

“Dia berkata, ‘Saya minta maaf karena kami tidak diperbolehkan melakukannya dan tidak banyak yang bisa kami lakukan’.” lanjutnya

“Saya berteriak kepadanya bahwa anak-anak saya hilang dan dia mengatakan bahwa saya harus menghubungi polisi.” bebernya.

Hal yang membuat Nabila cemas, sangat teringat bahwa PRTnya yaang berasal dari Indonesia tersebut tidak memegang ponsel.

Beberapa jam setellah dilakukan pencarian, suami Nabila yang beberapa saat kemudian ikut turun mencari di lokasi berhasil menemukan mereka bertiga di belakang gedung OUE Downtown persis di titik bongkar muat barang kontainer.

“Yang membuat saya marah adalah pembantu saya menangani dua anak saya sendirian dengan kereta bayi. Karena itulah mengapa saya membayar layanan dengan kenyamanan pengemudi” ucap Nabila.

“Saya benar-benar kecewa dengan supir Uber dan layanan personel customer service. Saya ingin pengembalian uang. Jika terjadi sesuatu pada anak-anak saya kemarin, apakah mereka akan bertanggung jawab?” pungkasnya dengan nada kecewa.

Dalam komentarnya, seorang netizen Singapura bernama Farhan menyalahkan Nabila yang tidak memberikan ponsel kepada PRTnya. Sebagai majikan, seharusnya Nabila memberikan PRT nya akses komunikasi yang mudah sehingga jika terjadi sesuatu bisa dengan cepat dan mudah menghubungi.

Kejadian seperti ini, dalam pantuan Apakabaronline.coom bukan untuk yang pertama kalinya. Beberapa waktu yang lalu, seorang BMI Singapura bernama Yayuk, pernah memberikan keterangannya bahwa kejadian demikian memang seringkali terjadi di Singapura.

“Saya ndak kaget mas, sopir taksi dari XXXX dan XXXX atau sebangsanya memang gitu. Jika mereka melihat penumpangnya itu TKW, sudah wis, alamat dimaiinin itu argonya, atau kalau tidak gitu dibawa agak muter. Pokoknya diakali supaya keluar duit lebih banyak deh” tutur Yayuk.

Yayuk menyarankan, di jaman yang sudah serba canggih seperti sekarang ini, apa-apa bisa dengan mudah dilacak. Majunya teknologi, bisa membantu meminimalkan kejadian seperti ini meskipun kita sedang berada di tempat yang masih asing sekalipun.

“Kalau menurut ssaya, sekarang jamannya kan sudah canggih, saat mau naik Taksi, buka aja google maps, jadikan itu acuan, supaya kalau sopirnya curang, bisa cepat ketahuan” pungkas Yayuk.  [Asa/Net]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner