Prime banner

JAKARTA  – Pasangan terduga pelaku teror Anton Febriyanto – Puspita Sari menelantarkan empat orang anaknya. Anton adalah terduga pelaku teror bom Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, yang meledak sebelum digunakan, Minggu (13/5) malam.

“Kami dapat informasi semua anak dari terduga teror di rusun Wonocolo itu tidak disekolahkan. Mereka mengatakan home schooling ke tetangga sekitar,” kata anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang pendidikan Retno Listyarti di Jakarta Pusat, Selasa (15/5).

Selain tidak disekolahkan, empat anak Anton – Puspita yang berinisial PR, AR, FP dan GA dilarang bergaul dengan tetangga sekitar. Mereka tidak boleh keluar rumah oleh orangtuanya.

Terduga pelaku teror bom Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, banyak melakukan pelanggaran hak anak. Termasuk tidak memberikan pendidikan sebagai mana mestinya.

“Dalam hal ini banyak terjadi pelanggaran hak anak, termasuk tidak disekolahkan. Ini jadi momentum masyarakat untuk melatih kepekaan terhadap lingkungan sekitar,” tutup Retno.

Diketahui, pasangan Anton – Puspita meregang nyawa setelah bom yang belum digunakan pada Senin (13/5) malam. Anak sulung pasangan ini yaitu PR (17) ikut meninggal. Sementara AR, FP dan GA masih bisa diselamatkan, hanya mengalami luka-luka karena ledakan. Ketiga anak terduga pelaku teror ini dirawat di RS Bhayangkara, Jawa Timur.[Razak]

 

 

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner