Prime banner

Singapura – Kementrian Tenaga Kerja Singapura atau Ministry of Manpower (MOM) memiliki strategi baru dalam melakukan pengawasan terhadap beroperasinya 1.455 agen penyalur tenaga kerja asing informal yaitu pekerja rumah tangga. Strategi yang dilakukan oleh MOM adalah dengan melakukan penilaian terhadap agen penyalur melalui survey sms yang disebar kepada 20-an ribu majikan di Singapura.

Menurut keterangan yang dikeluarkan oleh MOM, survey melalui sms ini salah satu tujuannya adalah untuk melakukan proses seleksi agen-agen mana yang masih aktif beroperasi, agen-agen mana yang tidak beroperasi lagi, serta agen-agen mana yang paling mendapat banyaak keluhan dan pujian. Hasilnya, melalui laman resmi mom.gov.sg, secara berkala akan diumumkan agen terbaik dan terburuk.

Sampai dengan bulan Juni 2016, pada laman resminya, MOM merilis informasi, dari 1.455 agen yang masih mengantongi ijin, tinggal 580 agen yang masih aktif beroperasi. Hal ini akibat dari ketatnya persaingan antar agen dalam menyalurkan tenaga kerja rumah tangga asing di Singapura.

Disampping sederet daftar pertanyaan, MOM meminta para majikan untuk menilai kinerja pembantunya setelah tiga bulan bekerja. Baik atau buruknya kinerja otomatis akan menjadi salah satu baik atau buruknya agen dalam melakukan rekrutmen pembantu asing.  Sedangkan penilaian terhadap agen penyalur, MOM memberikan arahan pada beberapa aspek diantaranya kemudahan dalam melakukan permohonan, biaya yang harus dibayar, kontrak dengan agen, serta kontrak dengan pembantunya.

Angka 580 agen yang berhasil di dapat MOM dari hasil survey pada bulan Juni kemarin, ditindak lanjuti dengan proses selaksi kelayakan selanjutnya. MOM melakukan verifikasi kelayakan industri agency pada 580 agen tersebut. Hasilnya, tinggal 20 agen yang oleh MOM tetap diberikan ijin operasi.

Namun demikian, dari ke20 agen tersebut, MOM tetap mengumumkan rangking urutan agen terbaik sampai terburuk di laman resminya. Dimana bisa diketahui empat agen terburuk yaitu Niraz Agency Services, VROS Employment, Faith Recruiters, Premium Management Services dan Bala’s Employment Agency diwajibkan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layanan mereka agar di tahun 2017, mereka tetap bisa mengantongi ijin operasi.

Upaya yang dilakukan MOM tersebut disamping sebagai upaya penegakan standart tata ketenagakerjaan dalam negeri Singapura, juga bertujuan untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap pekerja rumah tangga asing. Maraknya kasus PHK, maraknya perselisihan hubungan kerja entah disebabkan oleh faktor pekerjaan yang tidak sesuai dengan job order yang di tandatangani ooleh tenaga kerja asing, hingga gaji yang tidak dibayarkan, menjadi perhatian serius pemerintah Singapura.

Sampai dengan tahun 2016, jumlah tegana rumah tangga asing di Singapura sebanyak 96.000. Mereka datang dari berbagai negara seperti Vietnam, India, Indonesia, Filipina serta Indonesia. Angka ini diduga akan terus bertambah setiap tahunnya. [Asa/Attiyah]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner