Prime banner

MADIUN – Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan pengoperasian Jalan Tol ruas Kertosono  Madiun Ngawi yang digagas dan dimulai pembangunannya oleh pemerintahan Presiden SBY, dan baru diresmikan Presiden Joko Widodo akan meningkatkan pencapaian nilai investasi di provinsi yang dipimpinnya.

“Pengoperasian Jalan Tol Ngawi-Kertosono ditambah dengan infrastruktur di Jatim yang akhir tahun 2018 ditargetkan sampai Malang dan Pasuruan akan meningkatkan nilai investasi di Jatim pada akhir tahun 2017 mencapai Rp328 triliun,” ujar Soekarwo mendampingi Presiden Joko Widodo saat peresmian Tol Ngawi-Kertosono di Gerbang Tol Madiun Desa Bagi, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Kamis (29/3/2018).

Menurut dia, keberadaan jalan tol tersebut akan mengefisienkan distribusi barang dan jasa sehingga menarik minat para investor untuk berinvestasi di wilayah Jawa Timur.

Sesuai data yang ada, Jalan Tol Ngawi-Kertosono ruas Ngawi-Wilangan dapat memangkas biaya logistik karena distribusi barang antarwilayah tersebut menjadi lebih cepat.

Pengguna jalan bila menggunakan jalan arteri Ngawi-Wilangan memakan waktu lebih dari 1,5 jam, namun apabila lewat jalan tol hanya memerlukan waktu sekitar 35-40 menit.

Dengan dioperasikannya jalan tol tersebut, maka semakin menambah panjang daftar pembangunan Jalan Tol Trans Jawa yang terbentang dari Merak hingga Banyuwangi.

“Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan Pak Presiden karena Jawa Timur mendapakan manfaat yang luar biasa dari proyek infrastruktur ini,” ungkap Gubernur dua periode tersebut.

Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) Iwan Moedyarno menyatakan pengguna jalan tol dapat menikmati Jalan Tol Ngawi-Kertosono, Ruas Ngawi-Wilangan secara gratis selama periode sosialisasi, yaitu mulai 31 Maret sampai 9 April 2018.

“Selama masa sosialisasi sekitar dua minggu sejak diresmikan, pengguna jalan akan gratis atau tidak dipungut biaya saat lewat. Hal ini juga untuk mensosialisasikan pembayaran tol dengan kartu atau e-tol,” kata Iwan.

Dikutip dari kantor berita Antara, setelah masa sosialisasi habis, selanjutnya, tarif tol yang dibebankan sebesar Rp1.000 per kilometer untuk golongan A. Saat ini masih menunggu SK dari Menteri PUPR untuk penetapan tarifnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono (Klitik-Wilangan) sepanjang 52 kilometer di Gerbang Tol (GT) Madiun Desa Bagi, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

Ruas Tol Ngawi-Kertosono Seksi Ngawi-Wilangan dibangun oleh PT NKJ, yang meliputi Seksi I Ngawi-Simpang Susun (SS) Madiun (20 km), Seksi II SS Madiun-SS Caruban (8,45 km) dan SS Caruban-Wilangan (21,06 km). Sisanya, sepanjang 37,5 km dibangun Kementerian PUPR sebagai bagian dari “Viability Gap Funding” (VGF) terhadap Jalan Tol Ngawi-Kertosono, dan setelah selesai dibangun akan dioperasikan PT NKJ.

Jalan Tol Ngawi-Kertosono dibangun dengan total investasi Rp9,73 triliun. Jalan tol ini akan memiliki empat gerbang tol (GT), yakni GT Ngawi, GT Madiun, GT Caruban, dan GT Wilangan. Keempat GT tersebut hanya melayani transaksi nontunai. [Ant]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner