Prime banner

Chief Minister of Penang Lim Guan Eng mengucapkan belasungkawa khusus atas meninggalnya Adelina, pekerja migran Indonesia yang mengalami malnutrisi, diduga akibat disiksa majikannya.

“Chief Minister of Penang menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Adelina. Ini adalah tragedi kemanusiaan buat kita semua, bukan buat TKI atau Indonesia saja, tapi juga untuk Malaysia ini tragedi,” ujar Konsulat Jenderal RI di Penang Iwanshah Wibisono kemarin (12/02).

Tragisnya kasus yang dialami Adelina membuat Pemerintah Indonesia meminta khusus kepada polisi Penang untuk memaksimalkan usaha mereka dalam mencari pelaku. Indonesia bahkan menuntut hukuman terberat untuk pelaku.

Lebih Dari Sebulan Disiksa Majikan, Nyawa Adelina Tak Bisa Diselamatkan

“Pemeriksaan saat ini di bawah under section 302 pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal hukuman mati,” katanya.

Sementara itu, Iwan menuturkan bahwa polisi mendapat laporan dari warga setempat, Adelina ditemukan di kandang anjing. Keadaannya, ucap Iwan, sangat kurus. Adelina bekerja di rumah majikan di Penang selama dua tahun, namun diduga dia kekurangan gizi dalam sebulan terakhir.

Iwan juga menjelaskan bahwa Adelina pertama kali ditemukan warga sekitar dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dia dibawa ke polisi, kemudian oleh polisi dibawa lagi ke Rumah Sakit Martajam.

Dia belum sempat dimintai keterangan karena dalam kondisi trauma. Sayangnya, Adelina menghembuskan napas terakhir sebelum sempat bertemu polisi. Jenazah Adelina akan divisum siang ini, Selasa 13 Februari. Meski demikian, pihak Konsulat Jenderal RI di Penang belum tahu kapan jenazahnya akan dipulangkan ke Indonesia. [Ariesta]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner