Tujuh Parpol Diprediksi Tidak Lolos Masuk Senayan

Prime Banner

JAKARTA – Empat partai politik pendatang baru, yakni Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Garuda terancam tidak menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) sebesar empat persen.

Berdasarkan hasil sementara hitung cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Rabu (17/4), perolehan suara keempat partai tersebut masih di bawah batas minimal tersebut. Hasil sementara hitung cepat LSI setelah mendapatkan sampel sebanyak 87,55 persen suara pada pukul 20:45 WIB memperlihatkan Partai Berkarya mengumpulkan 2,38 persen suara, PSI 2,35 persen, Perindo 2,95 persen, dan Partai Garuda 1,00 persen.

Tiga partai lama juga diprediksi tidak lolos, yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang mengumpulkan 1,84 persen suara, Partai Bulan Bintang (PBB) 0,83 persen, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mengumpulkan 0,39 persen suara. Sementara sembilan partai yang saat ini duduk di parlemen adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk sementara memimpin perolehan suara dengan 20,18 persen. Gerindra menduduki peringkat kedua dengan 12,35 persen.

Peringkat ketiga ditempati Golkar dengan 12,20 persen. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berada di posisi keempat dengan 10,00 persen suara. Sementara itu Partai Nasional Demokrat (NasDem) duduk di posisi kelima dengan 8,22 persen suara. Posisi keenam ditempati oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 8,03 persen, disusul Partai Demokrat di posisi ketujuh dengan 6,68 persen. Partai Amanat Nasional (PAN) berada di posisi kedelapan dengan 6,14 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di posisi kesembilan dengan 4,30 persen suara.

 

Legawa

Hitung cepat oleh Charta Politika menunjukkan hasil tak jauh beda. Charta Politika mencatat tak ada partai baru yang menembus ambang batas parlemen 4% Hingga pukul 21.52 WIB, data pileg yang masuk ke quick count Charta Politika sebesar 85,2%. Hasilnya, PDIPmeraup 19,96%, Gerindra 12,69%, Golkar 11,04%, PKB 9,59%, PKS 9,02%, Nas- Dem 7,86%, Demokrat 7,85%, PAN 6,99%, PPP 4,66%, Perindo 2,75%, PSI 2,16%, Berkarya 1,98%, Hanura 1,68%, PBB 1,02%, Garuda 0,53%, dan PKPI 0,27%. Menanggapi hasil tersebut, Partai Solidaritas Indonesia menyatakan legawa, tapi menegaskan tetap melanjutkan kerja partai.

“Menurut quick count, PSI mendapat 2%. Dengan perolehan itu PSI tidak akan berada di Senayan lima tahun ke depan,” ujar Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam keterangan tertulis berjudul “Setelah Kami Kalah”.

Grace menegaskan, pengurus, caleg dan kader sudah bekerja keras meyakinkan masyarakat. “Tapi inilah keputusan rakyat melalui mekanisme demokrasi yang harus kami terima dan hormati,” kata dia.

“Meskipun kandas melewati parliamentary threshold di level nasional, tapi saya yakin akan banyak kawan-kawan yang berpeluang mendapatkan kursi di DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Ini adalah modal politik yang harus kita rawat,” sambungnya. [Antara]

You may also like...