Usai Badai Jebi, Gempa Bumi 6,7 SR Mengguncang Jepang

Prime Banner

Belum kering dampak yang ditimbulkan dari badai Jebi, Jepang kembali dilanda bencana alam. Gempa berkekuatan 6,7 skala Richter (SR) secara mengejutkan mengguncang Hokkaido, sebuah pulau di bagian utara Jepang, Kamis (6/9/2018) dini hari.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyebut gempa terjadi pada kedalaman 40 kilometer dengan pusat berada di sekitar 65 km Tenggara Sapporo, tak begitu jauh dari Bandara Hokkaido, New Chitose. Tidak ada ancaman tsunami akibat gempa ini.

CNN melaporkan, dua orang tewas sementara 38 lainnya dalam pencarian. Laporan lainnya juga menyebut lima orang ditemukan “tak merespons”, sebuah kondisi yang biasa digunakan di Jepang sebelum mengonfirmasi kematian seseorang.

Sementara, sekitar 120 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan berat karena tertimpa bangunan runtuh.

Tim penyelamat menduga jumlah korban tewas bakal bertambah merujuk banyaknya bangunan yang tertimbun longsoran pada empat titik di Hokkaido. Rekaman udara pesawat nirawak menunjukkan Atsuma, bagian selatan Hokkaido, menjadi wilayah dengan longsoran terparah.

Kerusakan infrastruktur terpantau di sejumlah sudut ibu kota Hokkaido, Sapporo. Jalanan yang retak dan hancur mulai dibanjiri oleh lumpur dari tanah-tanah yang longsor. Kereta cepat Shinkansen tidak beroperasi.

Listrik di pulau itu padam untuk pertama kalinya sejak Hokkaido Electric Power Co berdiri pada 1951. Kemacetan pada sejumlah ruas jalan tak terhindarkan akibat lampu lalu lintas yang tidak berfungsi. Mesin penjual minuman otomatis mati hingga anjungan tunai mandiri (ATM) tak berfungsi.

Untungnya komunikasi terputus. Beberapa provider komunikasi bahkan memberikan layanan telepon gratis bagi penggunanya yang tinggal di pulau itu.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Tomari, yang sudah dinonaktifkan sejak gempa dan tsunami 2011, mengalami masalah namun berhasil dipadamkan dengan daya darurat.

Bandara masih ditutup. Reruntuhan atap dan pipa-pipa air yang bocor masih menjadi pemandangan di sekitar bandara. New Chitose adalah bandara utama di pulau itu. Kyodo News menyebut, lebih dari 200 penerbangan dan 40.000 penumpang bakal terdampak oleh penutupan ini.

Penutupan ini semakin membuat buruk kondisi di Jepang. Baru dua hari sebelumnya, Bandara Kansai di Osakka, ditutup akibat Jebi, badai terhebat dalam 25 tahun terakhir. Bandara Kansai merupakan salah satu hub terpenting bagi arus ekspor Jepang. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berharap Kansai sudah bisa beroperasi pada Jumat (7/9/2018).

“Pemerintah akan bekerja bersama untuk merekonstruksi bangunan yang terdampak gempa sembari memprioritaskan keselamatan penduduk,” sebut Abe dalam laporan Channel News Asia.

Kebakaran terjadi di pabrik Mitsubishi Steel Mfg Co, Muroran, tak lama pascagempa mengguncang. Dugaan sementara terjadi arus pendek aliran listrik.

Tentara langsung ditugaskan untuk menyisir pohon-pohon yang tumbang untuk mempermudah proses evakuasi dan penyaluran bantuan.

Seorang pejabat di JMA, Toshiyuki Matsumori, memperingatkan adanya gempa susulan dengan kekuatan yang cukup besar. Risiko paling berbahaya kemungkinan menimpa rumah-rumah yang sudah setengah hancur akibat gempa hari ini.

“Terutamanya (gempa susulan) dalam dua dan tiga hari ke depan. Kami meminta masyarakat untuk mewaspadai aktivitas seismic dan intensitas hujan. Sebaiknya jangan pergi ke daerah-daerah rawan,” ujarnya.

Lantaran terletak di wilayah Cincin Api, Jepang menjadi satu-satunya negara di muka bumi yang mengalami gempa bumi berkekuatan di atas 6 SR terbanyak dibandingkan negara lainnya. The Guardian menyebut, dari seluruh gempa bumi yang terjadi, Jepang mengalami sekitar 20 persennya.

Maret 2011, sebuah gempa berkekuatan 9 SR menghantam sebelah utara Sendai. Tsunami terjadi. Nyaris 20.000 tewas akibat bencana itu. Bencana tsunami juga merusak PLTN Fukushima Daiichi hingga menimbulkan ledakan terbesar yang pernah dialami pembangkit listrik dalam 25 tahun terakhir.

Sabtu (8/9/2018), bakal menjadi hari peringatan gempa Great Kanto ke-95. Gempa berkekuatan 7,9 SR itu merenggut 140.000 nyawa penduduk yang kebanyakan tinggal di daerah Tokyo itu.[RN]

You may also like...