Usai Mengabari keluarga Sedang Menunggu Visa Di Makau, Sudah 14 Tahun Farida Tidak Diketahui Kabarnya

Prime Banner

“Terakhir memberi kabar itu tahun 2008, waktu itu dia bilangnya ke Makau nunggu visa karena katanya kontraknya habis, terus mau memperpanjang dulu sebelum ditinggal pulang ke Indonesia” tutur Binti Khairiyah (49) saat menerima kedatangan ApakabarOnline.com  di kediamannya kawasan  Desa Tingkis Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban Jawa Timur beberapa waktu yang lalu.

Binti Khairiyah merupakan kakak sulung dari Farida Tri Lestari, perempuan kelahiran tahun 36 tahun silam yang terakhir kali diketahui keluarganya pergi bekerja ke Hong Kong sejak tahun 2004 namun sejak tahun 2008 usai mengabarkan posisinya sedang menunggu visa di Makau sampai saat berita ini diturunkan, tidak pernah ada kabarnya lagi.

“Kami sedih mas, wong tidak ada angin tidak ada hujan, habis ngabari begitu kok sampai sekarang terus tidak pernah ada kabarnya lagi. Kami kan bingung mau mencari kemana, bertanya pada siapa lagi, sedangkan 2 orang temannya yang kami kenal dan kami ketahui juga kerja ke Hong Kong sudah pada pulang semua.” Lanjut Binti.

Farida merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara anak pasangan almarhum Mujari dan Marpungah (64). Usai menamatkan pendidikannya di sebuah Madrasah Aliyah pada tahun 2001, Farida langsung melangkahkan kakinya pergi bekerja ke Singapura sampai tahun 2003. Selang beberapa bulan berada di rumah, Farida yang merasa tidak kerasan menganggur, kemudian berpamitan untuk berangkat bekerja ke Hong kong pada akhir tahun 2004. Dan pada Juli 2004, niat Farida untuk bekerja ke Hong Kong akhirnya terwujud.

Selama 4 tahun pertama bekerja di Hong kong yaitu antara tahun 2004 hingga tahun 2008 dimana Farida untuk terakhir kalinya melakukan komunikasi dengan keluarga, menurut penuturan Binti dan Marpungah ibunya tidak pernah ada masalah maupu n keluhan terkait dengan pekerjaan di hong kong.

“Dia cerita majikannya baik, waktu itu setiap bulan pas selesai potongannya, uang gajinya juga dikirim pulang. Itu, wujudnya jadi sawah dan tanah pekarangan serta tanah kosong yang di dekat gapura itu. Sama perhiasan yang masih disimpan, juga ini, kalung yang saya pake ini yang belikan Ida” tutur Marpungah yang terhenti oleh tangisnya.

Hilangnya kabar Farida sangat membuat keluarga di Tuban terpukul secara batin. Bahkan, almarhum Mujari ayahanda Farida sampai menderita stroke sejak tahun 2010 lantaran mengeluhkan nasib Farida yang tidak mereka ketahui lagi. Sampai akhirnya, setelah selama 3 tahun Mujari berat memikul beban pikiran, komplikasi stroke dan jantung mengantarkan Mujari menghadap Illahi Rabbi pada Maret tahun 2014 silam.

“Bapak tidak kuat menahan pikiran. Setiap hari yang dikeluhkan selalu dek Ida. Kekhawatiran bapak itu karena dek Ida paling beda dengan dua saudara lainnya, sejak kecil, dek Ida gampang sakit sakitan. Setiap ingat itu, bapak langsung ngedrop. Bahkan menjelang ajal menjemput, Bapak masih sempat menitipkan pesan kepada saya dan dek Anwar, agar mencari dek Ida.” Kenang Binti.

Sepeninggal Mujari, anak dan istri yang ditinggalkan justru merasakan bertambah beban. Disamping memikul beban kesedihan dengan ketiadaan kabar Farida, mereka juga memikul beban amanah dari almarhum ayah mereka untuk jangan berhenti mencari Farida.

“tapi kami bingung mas, kemana lagi kami bertanya, sedangkan untuk datang ke Hong Kong pasti tidak mungkin. Bersyukur kami bertemu Apakabar. Minta tolong ya mas, bantu kami mencari Farida” harap Binti.

Pertemuan keluarga Farida dengan Apakabar , seolah menguak duka lama yang belum terobati hingga sekarang, namun disisi lain, pertemuan keluarga Farida dengan Apakabar menjadi harapan bagi mereka, Farida segera ditemukan.

Melalui rubrik Kampung Halaman, Keluarga Farida menitipkan pesan :

Marpungah Ibunda Farida Tri Lestari :

Nduk, ibu selalu memohon kepada Allah, agar kamu segera pulang, segera ada kabarnya. Ibu memohon kepada Allah agar jangan diambil dulu sampai mengetahui kabar dan keberadaanmu sekarang.

Bapakmu wis sedha lho nduk, Bapakmu ora kuat nahan pikirane, nahan susahe penggalihe, doakan bapakmu di alam sana mendapat tempat yang mulia di sisi Allah ya nduk.”

Binti Khairiyah Kakak Sulung Farida Tri Lestari :

“Dek, sudah 10 tahun kami kehilangan kabarmu. Kami semua cemas dengan keadaan ini. Apa yang terjadi denganmu Dek ?

Kami semua sedih, bahkan sangking sedihnya, bapak sampai sakit-sakitan hingga meninggal dunia Dek.

Kalau kamu membaca kabar ini, tolong segera hubungi keluarga, kasihan ibu dek, kasihan kakakmu. Semua kangen kamu. Kalau kamu ada masalah, ceritakan saja, kami yang dirumah tentu akan berupaya bagaimana caranya mencari jalan keluar dari masalahmu. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan Dek.

Kepada pembaca, saya atas nama keluarga, dengan segala kerendahan hati, jika ada yang mengetahui keberadaan Farida, adik kami, tolong beritahu kami, atau beritahu langsung ke mas Wartawan Apakabar ini. Kami sudah tidak bisa mengatakan lagi bagaoimana kami sedih, kami was was, kami kangen pada adek kami” [AA Syifa’i SA]

 

You may also like...