Prime banner

WAN CHAI – Departemen Urusan Lingkungan dan Pangan Hong Kong mengeluarkan pernyataan, dari hasil penugasan kerjasama survey dengan Hong Kong University mengenai virus flu di pasar dan toko makanan serta daging segar menemukan tanda tanda virus H5N6, yaitu salah satu varian virus flu burung yang dikenal berbahaya.

Temuan tersebut didapat dari Wan Chai Newborn Chicken and Duck Company yang karena temuan tersebut, saat ini ditutup sementara.

Juru bicara Departemen Urusan Lingkungan dan Pangan Hong Kong menyatakan, penemuan ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan temuan tanda virus H5N6 pada 8 Januari kemarin dari sebuah rumah pemotongan ternak. Sumberkontaminasi baik asal maupun turunan terus diawasi guna mencegah hal yang tidak diinginkan.

Mengenal Flu “ Dingin” Dan Cara Mengatasinya

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyarankan agar pelancong ke negara-negara yang memiliki wabah flu burung diketahui harus menghindari, jika mungkin, peternakan unggas, kontak dengan hewan di pasar burung hidup, memasuki daerah di mana unggas dapat disembelih, atau kontak dengan permukaan yang tampaknya terkontaminasi kotoran dari unggas atau hewan lainnya. Pelancong juga harus sering mencuci tangan dengan sabun dan air, dan mengikuti praktik keamanan pangan dan makanan yang baik.

WHO, melalui Sistem Pengawasan dan Penanganan Influenza Global (GISRS), terus memantau dengan seksama virus flu burung A (H5N6) dan kejadian influenza zoonosis lainnya. Sejauh ini, keseluruhan risiko kesehatan masyarakat terkait dengan virus avian influenza A (H5N6) belum berubah. Virus Avian influenza A (H5N6) telah menyebabkan infeksi parah pada manusia, dan sejauh ini, infeksi manusia dengan virus tampaknya sporadis tanpa penularan dari manusia ke manusia. Namun risiko spesifik yang terkait dengan strain virus yang menginfeksi kasus yang dilaporkan akan dinilai saat virus diterima dan dicirikan di laboratorium GISRS. [Asa/Net]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner