Prime banner

Marni (45) seorang pekerja migran Indonesia Wanita (PMI) yang dulu familiar disebut TKI/TKW asal Surabaya, menarik perhatian banyak awak media lantaran keunikan latar belakang kisahnya. Ia mengaku sudah pergi ke Malaysia sejak umur 17 tahun.

‘’Saya sudah kerja di Malaysia 28 tahun,’’ ujarnya.

Marni mengatakan, banyak pengalaman pahit yang ia terima selama bekerja di negeri orang. Bahkan ia mengaku pernah dijambret saat pulang kerja.

‘’Saat itu umur saya 18 tahun. Tas saya diambil, semua dokumen hilang, karena sudah terlanjur makanya tetap kerja,’’ sebutnya.

Selama di Malaysia, ia bekerja berpindah-pindah. Mulai dari pembantu rumah tangga hingga sebagai pelayan di restoran.

‘’Kalau gaji lumayan, cukup untuk membiayai anak, karena saya juga punya anak satu,’’ tuturnya.

Ia mengaku selama bekerja di Malaysia dirinya baru dua kali pulang ke Indonesia.

‘’Itu pun saya pulang menggunakan kapal kayu, dengan cara ilegal,’’ tuturnya.

Dikatakannya, pada September tahun lalu, ia ditangkap pihak Diraja Malaysia sehingga harus menjalani proses hukuman.

‘’Sempat ditahan beberapa bulan, baru bisa pulang sekarang,’’ terangnya.

Sementara itu, Koordinator P4TKI Humisar Saktipan Viktor Siregar, mengatakan, ada 117 PMI non prosedural yang mereka tampung, namun sebagian dari mereka sudah dipulangkan.

‘’Ada 50  TKW dan 67 TKI pria, sudah dipulangkan 49 orang,’’ tuturnya.

Ia mengatakan mereka ditampung di P4TKI Dumai, guna dilakukan pendataan dan proses pemulangan ke daerahnya masing-masing.

‘’Kita sedang melakukan proses pemulangan mandiri, namun sebagian yang tidak memiliki keluarga akan kita bantu proses pemulangannya,’’ jelas Viktor. [Asa/Hasanal Bulkiah]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner