November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

10 Tips Mengasuh Anak Di Hong Kong

3 min read
-

Bekal pengetahuan tentang perawatan anak, bisa jadi sudah didapatkan seorang BMI saat masih berada di PPTKIS. Bahkan, pengetahuan dan pengalaman pribadi dalam mengasuh anak, tidak menutup kemungkinan justru didapat dari pengalaman pribadi sebelum menjadi BMI. Telah memiliki anak misalnya, peduli dan dekat dengan anak tetangga, anak saudara, adik atau teman.

Mengamati Hong Kong dengan segala kondisi dan tuntutannya, apakah pengalaman dan pengetahuan mengasuh anak sebelum tiba di Hong Kong sudah cukup dan sesuai dengan yang diinginkan para orang tua di Hong Kong ? Jawabannya tentu relatif. Tak ada gading yang tak retak, tidak ada yang 100% sempurna sesuai dengan keinginan para majikan, namun sebaliknya, tidak mungkin juga sama sekali tidak ada kemampuan seperti yang diinginkan masyarakat Hong Kong, mengingat urusan mengasuh anak bagi orang dewasa normal merupakan hal yang instingtif.

Beberapa waktu lamanya, Apakabaronline.com berusaha mengumpulkan poin poin penting terkait dengan pengasuhan anak di Hong Kong. Hingga akhirnya, terkumpul  10 hal yang harus diperhatikan domestic worker dalam mengasuh anak—anak di Hong Kong.  Apa saja itu ? Simak paparan berikut ini :

  1. Kepribadian yang hangat dan humoris

Budaya metropilis di Hong Kong membuat lingkungan pergaulan anak-anak tidak seperti di kampung halaman BMI dimana sepulang dari sekolah bisa bermain-main dengan bebas ke tetangga, bermain sepak bila di lapangan atau bermain layang layang di areal persawahan. Di Hong Kong, seluruhnya harus terawasi. Standart keamanan dan budaya yang ada membuat anak-anak cenderung memiliki tingkat stres tinggi. Sepulang sekolah, mereka cenderung akan langsung masuk ke dalam rumah, mengerjakan tugas sekolah, bermain gadget, menonton televisi dan aktifitas lainnya. Hal ini dibutuhkan pengasuhan yang bisa membuat anak merasa fresh meskipun serba tertekan tuntutan keadaan.

 

  1. Kualifikasi pendidikaan yang tepat

Hal ini rasanya sulit terpenuhi. Jarang sekali BMI yang memiliki latar pendidikan formal dalam biodang pengasuhan anak, atau setidaknya memiliki pendidikan formal yang didalamnya diberikan materi tentang anak. Entah kondisi psikologisnya, maupun kondisi fisik biologisnya. Menyiasati hal iini, rajin-rajinlah berteman dengan literasi dan diskusi.

 

  1. Ketrampilan dasar kedaruratan terkait dengan kesehatan dan keselamatan

Anak-anak dengan tiingkah dan polahnya, tentu sangat beresiko mengalami hal-hal yang mengakibatkan cidera secara fisik. Mengantisipasi hal ini, seoorang pengasuh dituntut untuk mengetahui hal apa yang harus dilakukan jika si anak tiba-tiba terluka, si anak tiba-tiba sakit, atau si anak tiba-tiba diluar kendali.

 

  1. Ketrampilan bercerita

Kebutuhan mendengarkan cerita merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak terutama secara psikokognitif. Fungsi kognisi anak akan tumbuh dan berkembang salah satun yya dengan intuisi intuisi. Selain itu, memperdengarkan cerita, juga berkontribusi membangun relationship yang baik dan sehat.

 

  1. Latar belakang keluarga

Hal ini menjadi penting sebab, lattar belakang keluarga merupakan cenderung membentuk seseorang dalam perkembangannya. Kepribadian dan kebiasaan berperilaku pada seseorang, disadari atau tidak disadari, sangat dipengaruhi oleh latar belakang keluarga. Jika anda merasa memiliki latar belakang keluarga yang tidak bagus, move on lah, hadikan itu contoh yang buruk. Namun jika anda melihat, latar belakang keluarga anda ada banyak tauladan dan relevan, lanjutkan.

 

  1. Smart dalam menghadapi situasi krisis

Situasi krisis, tentu akan sering dihadapi bagi siapa saja yang mengasuh anak. Masa anak-anak dengan kondisi perkembangan psikis dan fisiknya, seringkali membawa pengasuh terjebak dalam situasi krisis. Krisis psikis, misalnya sedih, ketakutan, marah, hingga krisis fisik seperti terluka, sakit dan sebagainya. Berhadapan dengan kondisi demikian, pengetahuan saja tidak cukup. Sikap tenang, berfikir jernih dan smart menjadi kunci awal bagaimana seorang pengasuh bisa menyelesaikan kondisi tersebut dengan baik.

 

  1. Bersiaplah menghadapi resiko seluruh pikiran dan kesibukan akan tersita untuk urusan anak yang diasuh.

Sifak kekanak-kanakan menuntut pengasuh untuk bisa memberikan perhatian secara terus menerus nyaris mulai dari bangun tidur hingga si anak tidur lagi.

 

  1. Ketrampilan dan pengetahuan memasak

Ketrampilan dan pengetahuan memasak pada umumnya menyajikan masakan untuk oorang dewasa, tidaklah selalu sesuai dengan kebutuhan anak. Seringkalli, menyiasati keseimbangan pemenuhan kebutuhan nutrisi si anak, pengasuh harus pandai menyiasati menu yang dimasak, sehingga sayuran atau makanan tertenttu yang tidak disukai anak, padahal makanan tersebut sangat dibutuhkan, bisa diterima dengan baik.

 

  1. Ketrampilan mengatur waktu

Hal ini sangat diperlukan, mengingat mengasuh anak memerlukan curahan sebagian besar waktu dan tenaga ppengasuh. Jika seorang pengasuh tidak pandai menyiasati dan mengatur waktu mereka, besar kemungkinan akan berakibat fatal terhadap keteraturan hidup baik pengasuh maupun anak yang diasuh.

 

  1. Memahami dan mengerti kebutuhan akomodatif anak

Saat akan berangkat sekolah, kebutuhan apa saja yang harus dipersiapkan untuk anak, saat akan berjalan-jalan, apa saja yang harus dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan sianak dan saat-saat lainnya.. Hal ini penting sekali agar dalam beraktifitas sehari-hari, baik anak maupun pengasuh tidak terbawa pada situasi yang salah. [Asa/Berbagai Sumber]

 

Advertisement
Advertisement