April 23, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

2 PRT Asing Tertangkap Dalam Jaringan Prostitusi Kelas Atas Di Mid Level

2 min read

MID LEVEL – Tertangkapnya 2 orang lansia warga Hong Kong pemilik flat mewah di Mid Level sekaligus mengungkap penangkapan 2 orang PRT asing dalam jaringan prostitusi ilegal yang dikendalikan dua lansia tersebut.

Praktik prostitusi ilegal 24 jam yang di kendalikan kakak beradik lansia Hong Kong disamping memperkerjakan 2 PRT asing, juga memperkerjakan prostitutan perempuan asal Rusia, Eropa Timur dan Amerika Selatan.

Terlibat Prostitusi Online, 2 PMI Di Mong Kok Diringkus Polisi

Penangkapan yang dilakukan pada Jumat (18/05) tengah malaam tersebut merupakan hasil pengembangan dari penangkapan saat sebuah operasi digelar di Tsam Sui Po Selasa (16/05) sebelumnya.

Dilansir dari Oriental Group, dua lansia ini merupakan sentral dari beberapa jaringan prostitusi yang melibatkan perempuan asing untuk diperkerjakan sebagai prostitutan. Salah satu cara mereka memasarkan produknya adalah dengan sebuah web internet, dimana di dalamnya memasang beberapa perempuan yang bisa dipilih berikut tarif yang dipatok.

Jaringan ini mematok tarif HKD 7.000 untuk short time per sekali kencan. Ini merupakan pendapatan kotor sebelum dibagi antara mucikari dan broker. Setelah dibagi, setiap pekerja seks akan mendapat bagian HKD 3.500 per sekali kencan untuk short time. Untuk long time, tarif yang dipasang sebesar HKD 20.000, dan setelah dibagi, sang pekerja seks akan mendapat bagian HKD 12.000.

“Nemenin” Bule Di Bar Wan Chai, BJ Sampai Bisa Miliki Ratusan Ribu Dolar Di Rekeningnya

Dalam operasi penangkapan Jumat malam kemarin, disamping mengamankan kedua lansia sebagai otak sekaligus operator dan pemilik bisnis esek esek kelas atas di Hong Kong, petugas juga mengamankan 5 orang pekerja seks komersial masing-masing 2 orang PRT Asing, 2 perempuan Venezuela, dan 1 perempuan Rusia.

Dari flat mewah berukuran 1.000 kaki persegi milik kedua lansia tersebut, Polisi menyita uang tunai sebesar HKD 10.juta, sertifikat saham, Mobil, serta beberapa peralatan komputasi.

Polisi meyakini, diluar 5 pekerja seks yang tertangkap, masih banyak berkeliaran bebas diluaran pekerja seks ilegal lainnya. Operasi terkait prostitusi ilegal akan terus digalakkan di Hong Kong. [Asa]  

Advertisement
Advertisement