May 18, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

70% Majikan Di Hong Kong Tidak Peduli Terhadap Asuransi Rumah

2 min read

HONG KONG – Kesadaran terhadap pentingnya asuransi di kalangan warga Hong Kong sebenarnya sudah terbilang tinggi jika dibanding dengan warga negara—negara lainnya seperti Indonesia. Namun demikian, jika berbicara perlindungan asuransi, tentu ada banyak aspek yang lantaran tuntutan keadaan, harus pula diasuransikan.

Lazimnya, orang mengenal asuransi kebanyakan hanyalah asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, serta asuransi perjalanan. Asuransi rumah yang sebenarnya tidak kalah pentingnya, selama ini masih jarang dipedulikan masyarakat Hong Kong. Studi yang dilakukan sebuah tim yang dipublikasikan oleh Harian The Standart baru baru ini menunjukkan, 70% warga Hong Kong belum mengasuransikan rumah tempat tinggal mereka. Padahal, resiko perumahan di Hong Kong sangat tinggi, mulai dari kebakaran, kerusakan akibat instalasi gas, listrik maupun air.

4 Hal Ini Seyogyanya Dilakukan Majikan Terhadap Pekerja Barunya

Bahkan, dalam publikasinya, The Standart juga menyoroti frekwensi kerusakan perabotan rumah tangga akibat ulah Domestic Worker yang bekerja disebuah rumah, selama ini seringkali menjadi konflik hubungan industrial. Bagaimana tidak, majikan merasa telahee membeli mahal barang perabotan, saat Domestic worker bekerja, barang tersebut karena ketidak tahuan maupun karena ketidaksengajaan, mengalami kerusakan, dan tak jarang, kerusakan fatal.

Jika sudah demikian, yang seringkali berlaku menjadi jalan keluar adalah memotong gaji Domestic worker sampai dengan harga barang yang dirusakkan lunas terbayar. Apakah ini solusi yang baik ?

Sudah 7 Tahun Pindah Dari Majikan “A”, Baru 2 Tahun Majikan “B” Tanta Tangan Kontrak, Bagaimana Hak Long Service Saya ?

Samantha Wong dalam kajiannya menyebutkan, jalan keluar dengan memotong gaji domestic worker, bukanlah jalan yang baik, bahkan, salah menurut kacamatanya. Wong menyebut, saat seorang domestic worker dipotong gajinya, tentu akan menjadi beban baik finansial maupun beban psikologis. Dampak dari kedua beban ini pasti akan berpengaruh terhadap produktifitas kerja.

Andaikan setiap majikan memiliki kesadaran untuk mengasuransikan rumah tempat tinggalnya, tentu, kerusakan yang diakibatkan oleh domestic worker saat bekerja, akan ditanggung kerugiannya. Dan hubungan industrial menjadi tidak terganggu, produktifitas bekerja tetap prima. [Asa/Standart]

Advertisement
Advertisement