November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Alhamdulilah, 208 PMI Korsel Tunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

2 min read
-

Seoul – Sebanyak 208 orang Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan terpanggil ke tanah suci untuk tunaikan ibadah haji pada momen musim haji tahun 2017. Keberangkatan mereka, secara seremonial dilepas oleh Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi di Masjid Jami Itaewon Seoul pada Senin (21/08) kemarin.

“Labbaikallahumma Labbaik, Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik, Innalhamda Wan Ni’mata, Laka Wal Mulk, Laa Syarikalak”

Kalimat tersebut menggema saat prosesi pelepasan dilakukan. Seluruh hadirin serempak melantunkannya.

“Teman-teman Alhamdulillah diberi kemudahan mendapatkan rezeki, tidak perlu antre dan masih berbadan kuat karena masih muda,” ujar Umar, Selasa, 22 Agustus 2017, dalam siaran persnya.

Di Korea Selatan, PMI yang hendak menunaikan ibadah haji terbilang istimewa. Sebab, mereka tak perlu menunggu antrean seperti di Indonesia yang mencapai lebih dari 10 tahun.

Di Negeri Ginseng, setiap orang bisa setiap saat untuk menunaikan ibadah haji. Dengan rata-rata pendapatan TKI mencapai Rp22 juta per bulan, sedangkan biaya haji hanya sekira 4,5 juta won atau setara Rp50 juta.

Baca : [Tahun Ini 17 PMI Berhaji dari Hong Kong]

Maka setiap PMI hanya cukup menabung tiga kali gaji mereka sudah bisa menunaikan ibadah haji. Tak cuma itu, para jemaah haji yang berangkat dari Korea Selatan, akan mendapatkan fasilitas yang istimewa berupa hotel bintang lima yang hanya berjarak 1 kilometer dari Kakbah dan hotel bintang tiga di Madinah yang hanya berjarak 500 meter dari Masjid Nabawi.

“Semoga jadi haji mabrur. Meningkat keikhlasannya, bertambah amal kebajikannya, serta mendoakan yang lain bisa mengikuti jejaknya datang ke Baitullah,” ujar Umar.

Sementara itu, seorang PMI yang menunaikan ibadah haji, Saifullah, mengaku bersyukur atas kesempatan itu. Dan seperti di Indonesia, bersama rekannya mereka juga menggelar syukuran sebelum keberangkatannya.

“Saya mohon maaf atas semua kesalahan. Saya serahkan semua jiwa dan raga saya kepada sang Pemilik. Kalaupun saya tidak pulang, maka semua harta, saya hibahkan bagi yatim piatu,” ujar PMI yang sudah berada di Korea selama dua tahun itu.

Minister Counsellor Diplomasi Publik KBRI Seoul M Aji Surya menambahkan, di Korea Selatan, peminat naik haji dari kalangan PMI setiap tahun meningkat cukup pesat. Ini ditunjukkan pada 2017, yang meningkat 20 persen.

“Saya tengarai, mereka sadar bahwa menunaikan ibadah haji dari Indonesia makin sulit, baik dari sisi dana ataupun waktu tunggu yang makin lama,” ujar Surya. [Asa/KBRI Seoul]

Advertisement
Advertisement