December 6, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Bawa 1,9 KG Sabu, PMI Asal Madura Ditahan Di Bandara Juanda

2 min read
-

Surabaya – PMI masuk ke Indonesia dengan membawa sabu, sudah tak terhitung lagi berapa kali terjadi. Baik yang sengaja dan mengetahui barang bawaannya (sabu) maupun yang tidak sengaja dan tidak mengetahui. Mulai dari jumlah yang kecil, hingga dalam jumlah besar dengan nilai milyaran rupiah.

Kejadian seperti ini kembali terulang, adalah M Sodiq (53) seorang PMI asal pulau garam Madura, tertangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Juanda membawa sabu-sabu. Setelah ditimbang olegg petugas, penumpang  AirAsia XT393 dari Johor Baru, Malaysia, tujuan Bandara Juanda, Surabaya, ini membawa sabu-sabu sebanyak 1,9 KG, yang jika dirupiahkan, nilainya tembus 3 Miliar.

Menurut Kepala Bea Cukai Juanda, Ahmad Mulyono, kronologi penangkapan Sodiq berawal, saat petugas keamanan Bandara sedang memeriksa barang bawaan penumpang. Saat tas punggung Sodiq mendapat giliran masuk ke x ray sensor, petugas langsung bisa mengidentifikasi, ada benda mencurigakan didalam tas tersebut. Mendapati hal itu, petugas langsung memanggil rekan lainnya untuk mengamankan barang sekaligus pemiliknya.

“Cara yang dilakukan oleh MS ini termasuk konyol dan menggelikan. Biasanya pelaku pembawa narkoba selalu mengamankan barang bawaannya dengan berbagai cara penyamaran, tapi berbeda dengan MS yang membawa dan menaruh begitu saja di dalam tasnya” terang Mulyono dihadapan awak media pada selasa (29/08) malam.

Berdasarkan hasil investigasi, petugas Ditserse Narkoba Polda Jatim, tersangka mengaku menerima titipan dari rekannya sesama TKI asal Madura di Johor Bahru itu karena dijanjikan akan mendapat imbalan sebesar Rp 15 juta. Selain itu, Sodiq  juga mendapat tiket pesawat terbang untuk pulang ke kampung halamannya secara gratis dari penitip barang.

“Kita belum menangkap penjemput barang karena tersangka MS keburu ditahan di Bandara Juanda oleh petugas Ditjen Bea dan Cukai Jatim. Namun akan kita kembangkan untuk memburu calon penerimanya yang juga disebut-sebut asal Madura,” ujar Direktur Serse Narkoba Polda Jatim, Kombespol Gagas Nugraha hari ini (30/08).

Gagas meyakini, Sodiq  merupakan bagian dari jaringan narkoba internasional yang melibatkan China dan Malaysia.

“Kasus ini sedang kita dalami. Namun, setidaknya dengan tertangkapnya 9.700 orang telah terselamatkan dari ancamaan mengkonsumsi sabu” pungkasnya. [Asa/AP Juanda]

Advertisement
Advertisement