December 6, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Bukan Tumi Yang Hilang, Tapi Tumi Yang Diputus Akses Komunikasinya

4 min read
-

“Pemberitaan di Apakabaronline.com tentang saya, itu fitnah mas. Sangat merugikan saya. Ada beberapa hal yang direkayasa mengenai saya, komunikasi saya dengan suami saya dan keluarga, serta sikap moral saya dengan kondisi keluarga. Ini harus diklarifikasi segera” papar Tumi, PMI Hong Kong asal Banggle Ngadiluwih Kediri yang sebelumnya diberitakan dicari oleh keluarganya.

Baca : [“Tumi, Pulanglah!!!  Suamimu Sedang Kritis Di Rumah Sakit”]

Setelah dilakukan klarifikasi, Apakabaronline.com justru menemukan fakta sebaliknya. Bukan Tumi yang memutus komunikasi, tetapi komunikasi Tumi dengan suami yang diputus dari kampung halaman. Menurut Tumi, hal ini didasarkan pada beberapa fakta dan bukti.

Pernyataan sejak tahun 2013 tidak pernah berkomunikasi, oleh Tumi disanggah. Bahkan Tumi menyertakan beberapa bukti. Tumi mengaku aktif melakukan komunikasi dengan suami, anak, bahkan dengan almarhumah ibunya saat masih hidup. Terhadap suami, sampai dengan bulan Maret 2017, Tumi sempat beberapa kali mengirimkan uang untuk biaya pengobatan suaminya.

Bukti Transfer Uang dari Tumi melalui Rekening Dewi Handayani untuk Pengobatan Suami Pada 6 Maret 2017 sebesar Rp. 15. Juta 217 Ribu
Bukti Transfer Uang dari Tumi melalui Rekening Dewi Handayani untuk Pengobatan Suami Pada 6 Maret 2017 sebesar Rp. 15. Juta 217 Ribu

“Saya tahu kalo suami saya sakit. Sakitnya tidak main-main. Saya tidak diam dengan sakit yang diderita suami saya. Saya bisa membuktikan hal ini dengan beberapa kali mengirimkan uang untuk biaya pengobatan suami saya” tegas Tumi.

Pernyataan Sunarti Dibantah Oleh Tumi Disertai dengan Barang Bukti
Pernyataan Sunarti Dibantah Oleh Tumi Disertai dengan Barang Bukti

“Hanya saja, sejak 3 bulan terakhir ini, saya tidak bisa berkomunikasi dengan suami saya. Sekali lagi, tidak bisa berkomunikasi dengan suami saya, karena suami saya dibawa pulang oleh adiknya ke rumah adiknya. Dan tidak ada nomer hp yang saya ketahui untuk bisa dihubungi. Sedangkan saya di Hong Kong, sudah menggunakan nomer hp saya sejak 10 tahun yang lalu tidak pernah ganti. Seluruh keluarga saya mengetahui nomer saya, tapi mereka tidak ada yang menghubungi saya” lanjut Tumi.

Tumi juga menyanggah, dirinya dituduh tidak peduli saat ibunya meninggal dunia, sedangkan menurut pengakuan Tumi, sejak ibunya masih belum meninggal, sampai ibunya meninggal, perhatian selalu tercurahkan.

“Memang waktu terakhir-terakhir dan pas ibu meninggal saya tidak bisa pulang, karena saya tidak punya uang. Tapi saya telah berkali-kali berkirim uang untuk biaya perawatan ibu, dan biaya setelah ibu meninggal. Saya bisa membuktikan ini” terangnya.

Disisi lain, akibat diputusnya komunikasi Tumi dengan suaminya selama 3 bulan terakhir, Tumi tetap mengakui, pemberitaan di Apakabaronline.com  yang mengabarkan kondisi suaminya, sangat berguna untuk Tumi.

“Saya berterimakasih kepada Apakabaronline.com, telah mengabarkan kondisi suami saya. Tanpa pemberitaan ini, entah sampai kapan saya terputus tanpa bisa mengetahui kondisi suami saya” aku Tumi.

“Namun, saya juga berharap, kepada pihak yang telah menyampaikan keterangan di pemberitaan pertama, untuk sudilah kiranya mengakui kebenaran yang sesungguhnya. Dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka pula di media. Sebab, pernyataan pihak pertama, telah mendzalimi saya, dan otomatis secara moril akan membuat saya berada dalam posisi yang sulit” lanjutnya.

“Setiap hari saya keluar rumah. Mengantar majikan saya yang sudah lansia pergi ke taman. Bayangkan, bagaimana rasanya saya akan dicemooh dan dilihat sebagai perempuan yang mengabaikan suami, padahal yang sebenarnya, saya sedang didzalimi. “ imbuh Tumi.

Kondisi Kesehatan Supirlan Berangsur Membaik Setelah Berkomunikasi Dengan Tumi
Kondisi Kesehatan Supirlan Berangsur Membaik Setelah Berkomunikasi Dengan Tumi

“Saya bisa memahami, apa yang dilakukan Apakabaronline.com tidak ada maksud buruk. Saya yakin maksudnya baik. Bahkan, seperti dalam foto yang saya kirimkan, kondisi suami saya sekarang alhamdulilah membaik. Lewat dari masa kritis seperti yang disebutkan dalam berita tadi siang. Saya telah berkomunikasi dengan suami saya.” tutur Tumi.

“Namun, saya harap, akan lebih baik kalau melalui Apakabaronline.com, nama saya dibersihkan dari tuduhan tuduhan yang sama sekali tidak ada buktinya itu. Saya ingin nama saya dibersihkan, klarifikasi saya, sebagai hak jawab saya, ditayangkan, untuk diketahui khalayak pembaca. Dan kepada pihak pertama yang telah terlanjur memberikan keterangan, sekali lagi saya berharap, ada permintaan maaf yang disampaikan melalui Apakabaronline.com juga, supaya tidak berat sebelah dan supaya fair.” pungkas Tumi.

Selain Tumi, Apakabaronline.com juga melakukan penggalian informasi kepada Muntik, seorang PMI asal Malang yang sejak 4 tahun terakhir ini hidup satu rumah, satu kamar di satu majikan yang sama. Kepada Apakabaronline.com, Muntik membenarkan apa yang telah disampaikan Tumi dalam poin-poin sanggahan atas pernyataan pihak pertama.

“Yang disampaikan oleh pihak pertama di pemberitaan itu hampir seluruhnya fitnah. Saya ini sehari-hari mengetahui apa yang dilakukan Mbak Tumi untuk suaminya dan untuk keluarganya di Indonesia.” Aku Muntik saat mengawali percakapan dengan Apakabaronline.com.

Kepada pewarta Apakabaronline.com, Muntik mengaku dirinya pernah sampai meminjami uang kepada Tumi saat Tumi kalang kabut memikirkan sakit yang diderita suaminya. Bukan hanya itu, beberapa kali, Muntik dimintai tolong Tumi untuk mentransferkan uang ke Indonesia untuk keperluan pengobatan suami Tumi.

Kesaksian Muntik. PMI Asal Malang Yang 4 tahun satu majikan dengan Tumi. Muntik menjadi saksi bagaimana Tumi menghadapi permasalahannya.
Kesaksian Muntik. PMI Asal Malang Yang 4 tahun satu majikan dengan Tumi. Muntik menjadi saksi bagaimana Tumi menghadapi permasalahannya.

Penayangan tulisan ini, merupakan bentuk klarifikasi, hak jawab serta sanggahan yang disampaikan oleh Tumi melalui Apakabaronline.com. Dengan ditayangkannya artikel ini, segalanya telah terang benderang, Tumi yang dirugikan nama baiknya, telah dipulihkan dengan paparan fakta. [Asa]

Advertisement
Advertisement