May 15, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Densus 88 : Dian, Eks PMI, Terduga Teroris Yang Siap Ledakkan Bom Di Istana

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Operasi penangkapan terduga teroris yang dilakukan oleh Detasemen Khusus Anti Teror (Densus) 88 di kawasan Bekasi (10/12) kemarin mengungkapkan beberapa kenyataan mengejutkan dari beberapa orang yang ditangkap. Temuan petugas, salah satu orang yang ditangkap bernama Dian Yulia Novi yang setelah dilakukan penelusuran, ternyata yang bersangkutan merupakan mantan PMI Singapura.

Siapakah Dian ?

Apakabaronline.com melakukan penelusuran ke berbagai sumber untuk mendalami jati diri Dian Yulia Novi yang oleh Humas Mabes Polri disebut-sebut sebagai calon pengantin yang  akan melakukan bom bunuh diri di Istana Negara pada hari ini (11/12).  Dan berikut ini hasilnya.

Dari TKP, saat membawa Dian Yunia Novi, Polisi menemukan selembar kartu identitas berupa kartu tanda penduduk yang melekat pada diri Dian. Dalam selembar KTP tersebut, tertera atas nama Dian Yulia Novi, berjenis kelamin perempuan kelahiran Cirebon 4 Juli 1989. Dalam KTP tersebut, Dian Tertulis memiliki alamat asal di RT 18/RW 06 Blok Jati Mulya, Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. Kartu identitas berupa KTP tersebut telah habis masa berlakunya pada 04 Juli 2013. Selain selembar kartu identitas tersebut, Polisi tidak menemukan identitas lain yang melekat pada Dian.

Dian ditangkap bersama 2 rekannya yakni Nur Solihin (NS) dan Agus Supriadi (AS) ditangkap di bawah Flyover Kalimalang Sabtu (10/12) pada pukul 15.40 WIB. Saat ditangkap, Dian mengenakan hijab besar berwarna hitam dipadukan dengan baju panjang berwarna biru muda. Dian tampak mengenakan masker. Wajahnya tak jelas. Namun, di KTP-nya, terlihat jelas wajah Dian.

Dian dibekuk tak lama setelah Densus 88 menemukan bom “rice cooker” berdaya ledak tinggi di sebuah rumah kos Perum Bintara Jaya VIII, RT 4, RW 9, Bintara Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/12/2016) sore.

Rumah kos yang beralamat di Perum Bintara Jaya VIII RT 4 RW 9 Bintara Jaya Kota Bekasi Jawa Barat,tempat terduga teroris tinggal dan ditangkap.
Rumah kos yang beralamat di Perum Bintara Jaya VIII RT 4 RW 9 Bintara Jaya Kota Bekasi Jawa Barat,tempat terduga teroris tinggal dan ditangkap.

Polri meyakini, saat ini pola yang dilakukan kelompok teroris mengalami pergeseran strategi. Jika sebelumnya, para “pengantin” (orang yang melakukan bom bunuh diri) selalu laki-laki, beberapa waktu terakhir, mereka merubah polanya dengan merekrut perempuan.

“Sebenarnya mereka (kelompok teroris) fokus merekrut para pengantin tersebut. Dulu kan laki-laki, sekarang perempuan. Pada intinya mereka mencari orang-orang uang mau berjihad, melakukan amaliah. Kalau sekarang perempuan, hanya kebetulan,” kata Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes ‎Awi Setiyono di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2016).

Tak lama setelah penangkapan ketiganya, Densus 88 berhasil menangkap Abu Izzah di kampung halamannya Dusun Sabrang Kulon, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah.

Keempat terduga dijerat Pasal 7 Jo 15 Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan pemerintah penggantinya Undang-Undang tentang pemberantasan terorisme dengan ancaman penjara seumur hidup. [Asa/ROL/SC]

Artikel Terkait :

Dian Menuliskan Surat Wasiat

Lakukan Penelusuran Jejak Dian Ke Cirebon, Ini Hasilnya

Advertisement
Advertisement