July 1, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Derita Susi, Wajahnya Disiram Air Keras Pria Banglades

2 min read

Selangor – Cinta ditolak, air keras bertindak. Begitulah yang dialami Suci Sri Kusmiyati (26) PMI Malaysia asal Dusun Krawan, Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur ini. Diduga karena sakit hati, seorang pria Banglades yang saat ini berstatus buron menyiramkan air keras ke wajah dan beberapa bagian tubuh Suci pada Minggu (16/07) kemarin.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh koresponden apakabaronline.com di Selangor Malaysia, ibu satu anak yang bekerja di sebuah pabrik tekstil ini telah lama dikenal oleh pria Banglades yang menyerangnya. Mereka bekerja di pabrik yang sama.

Beberapa teman korban, menyatakan, sudah lama pria Banglades tersebut mendekati Suci, berusaha mengambil hati. Namun, Suci selalu bersikap dingin tidak menanggapi.

“Sepertinya mbak Suci ingin serius bekerja untuk menafkahi anaknya di kampung” tutur Reni, rekan Susi kepada koresponden apakabaronline.com saat besuk di rumah sakit Tengku Ampuan Rahimah Klang Selangor, Malaysia hari ini (22/07).

Kejadian tersebut sangat memukul kejiwaan Suci. Menyadari kondisi dirinya, menurut teman sekerja yang mendampingi Suci di rumah sakit menyatakan, Suci tidak berani bertemu dengan siapapun.

“Mbak Suci seperti masih ketakutan. Dan mungkin, malu, sebab mbak Suci sepertinya sudah tahu dengan yang terjadi pada wajahnya” lanjut Reni.

Saat koresponden apakabaronline.com berusaha bertemu secara langsung, Suci masih menolak. Melalui rekannya, Suci mengaku belum siap.

Sementara itu,sumber di kepolisian daerah Selangor yang menangani kasus ini menyatakan telah mengantongi identitas pelaku berikut barang bukti dan saksi. Sampai saat berita ini diturunkan, pelaku berstatus buron karena melarikan diri usai melakukan aksi pennyiraman air keras ke wajah dan beberapa bagian tubuh Suci.

“Sempat terjadi pengejaran oleh teman-teman sesama TKI yang ada disitu, tapi dia keburu melarikan diri. Mungkin takut dikeroyok” pungkas Reni.

Di kampung halaman, Pasuruan, Nasikha (50) ibunda Suci telah mengetahui kabar memilukan ini. Nasikha mengaku baru mendapat kabar musibah yang dialami anaknya pada Jumat (21/7). Sementara kejadiannya pada Minggu (16/7).

“Dapat kabar dari teman pabriknya bernama Ali,” ujar Nasikha sembari menitikkan air mata.

Nasikha yang didampingi cucunya atau putri dari Suci, mengungkapkan anaknya tersebut sangat ingin pulang, namun malu karena wajahnya terluka.

“Suci telepon, dia ingin pulang tapi malu wajahnya jelek tak seperti dulu. Saya hanya bisa menguatkan hatinya melalui doa,” ungkap Nasikha.

Ia juga menyampaikan pada anaknya bahwa bagaimanapun keadaannya, ia berharap Suci bisa segera pulang.

“Saya sampaikan tak masalah dengan wajah bagaimanapun rupanya, yang terpenting ialah kesehatan dan bisa kembali dengan keluarga,” ungkap Nasikha.

Suci adalah tulang punggung dari keluarganya di rumah. Setiap bulan, Suci menanggung biaya hidup anak semata wayangnya dan ibunya. Kondisi yang menimpa Suci, tentu juga akan menjadi pukulan finansial bagi keluarga kecil ini. [Asa/Ilham]

Advertisement
Advertisement