May 10, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Derita Udami, Anak Sulungnya Hilang Kabar Di Malaysia, Kini Rumahnya Hancur Diterjang Bencana

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

Purbalingga – Teni Agustina, warga RT 1 RW 4 Desa Pagerandong, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, sudah enam tahun bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI)  di Malaysia. Namun selama enam tahun itu pula Teni tidak pernah memberi kabar kepada keluarga tentang kondisinya.

Bagi keluarga Suwardi (51), ayah Teni, ini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Anak pertamanya itu pergi tanpa ada kabar beritanya, kini rumahnya juga terkena musibah. Rumahnya hancur akibat bencana tanah bergerak pekan lalu.

“Mungkin ini sudah menjadi nasib keluarga saya. Rumah saya rusak berat dan tidak mungkin saya tempati. Sementara anak saya Teni juga sudah enam tahun tak memberi kabar,” tutur Udami (49), istri Suwardi.

Soal anaknya yang belum ada kabar berita, Udami menuturkan, satu bulan setelah kepergian dari rumah Teni sempat mengirimkan kabar melalui telepon. Teni memberitahu jika sudah berada di Malaysia dan mulai bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Teni berangkat ke Malaysia melalui perusahaan pengerah jasa tenaga kerja di Jakarta.

“Setelah kabar itu, sampai sekarang anak saya belum juga memberitahukan. Sebagai ibu, saya khawatir. Bagaimana kondisinya, apakah sehat, atau sakit, dan dimana kerjanya. Saya kehilangan kontak dengan anak saya itu,” ujar Udami.

Ketika pergi ke Malaysia, Teni sudah memiliki satu orang anak yang ketika itu masih bayi, bernama Rita Nova Maulana. Suami Teni sudah menceraikan Teni, mungkin karena tidak kuat berpisah dengan istri. Anak semata wayang Teni kini dititipkan ke keluarga Suwardi.

Udami sendiri pernah bekerja di Malaysia selama tujuh tahun. Beda dengan Teni, ketika berada di Malaysia, Udami sering mengirimkan gaji untuk keluarga di Pagerandong.  Udami juga membangun rumah yang lumayan baik yang dilengkapi dengan perabotan rumah tangga yang baik pula. Kamar mandinya dibuat bathup dan dilengkapi penghangat air. Perabotannya juga terlihat mewah.

Keberhasilan Udami bekerja di Malaysia itulah rupanya yang membuat anak pertamanya Teni ingin mengikuti jejak sang ibu. Namun, nasib ternyata berkehendak lain. Teni pergi tanpa kabar, sementara rumah dan perabotan yang dibeli Udami dari jerih payah di negeri jiran kini rusak akibat bencana tanah bergerak yang menimpanya.

“Semua sudah rusak, saya tidak tahu bagaimana harus membangun rumah kembali. Yang saya pikirkan saat ini yang penting asal bisa melanjutkan hidup dan memberi makan anak-anak,” ujarnya lirih.

Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ atau yang dikenal Wabup Tiwi,  menyempatkan mengunjungi rumah keluarga Udami. Ia menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dideritanya. Wabup Tiwi mencoba membesarkan hati Udami yang mulai terlihat putus semangat akibat kejadian yang bertubi-tubi.

Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ berusaha menenangkan Udami atas musibah yang menimpanya
Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ berusaha menenangkan Udami atas musibah yang menimpanya

Wabup juga meminta pihak Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) untuk mencari tahu keberadaan Teni. Keberadaan Teni bisa mulai dilacak dari perusahaan yang mengirimkannya.

“Untuk keberadaan Teni, saya memerintahkan Dinas Tenaga Kerja agar segera mencari tahu keberadaan Teni,” kata Wabup.

Saat awak media yang meliput ke kediamannya menanyakan foto Teni, Udami mengaku kesulitan menemukannya lantaran kondisi rumahnya yang porak poranda. [Asa/BNC]

Advertisement
Advertisement