November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Distribusi KUR TKI Tidak Maksimal, Beberapa Bank Enggan Menyalurkan

2 min read
-

JAKARTA—Kementrian Koperasi dan UKM, baru-baru ini merilis data tentang adanya beberapa bank yang tidak menyalurkan KUR TKI sampai Agustus 2017. Beberapa bank yang dimaksud adalah  PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Permata (Persero) Tbk., dan PT Bank Bukopin (Persero) Tbk. Selain mereka terdapat bank penyalur KUR lain yang juga terkendala dalam distribusi kredit penempatan Buruh Migran Indonesia (BMI)

Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro menyebutkan, pada tahun ini total kuota untuk KUR TKI sekitar Rp1,085 triliun, baru terealisasi Rp187 miliar per Agustus. Menurut dia, setidaknya ada enam aspek yang mempengaruhi rendahnya penyerapan KUR penempatan TKI.

“KUR penempatan TKI baru terealisasi kurang dari 20% dari kuota karena beberapa hal,” tuturnya kepada Bisnis, Minggu (8/10/2017).

Pertama, menurutnya, pemenuhan syarat administratif untuk KUR sangatlah mendetil dan tidak sedikit. Pada sisi lain, kecakapan para tenaga kerja Indonesia terutama di sektor informal terbilang lemah dalam hal pemenuhan persyaratan tersebut.

Kedua, setiap bank penyalur kredit usaha rakyat menerapkan persyaratan yang tidak sama. Dengan kata lain, belum terdaat standardisasi tunggal bagi setiap bank penyalur KU, mulai dari tingkat pusat hingga ke kantor-kantor cabang.

Ketiga, domisili BMI terbesar di seluruh Indonesia yang lazimnya tidak terjangkau layanan perbankan. Keempat, adanya pemberlakukan BI checking untuk semua BMI maupun PPTKIS yang memberangkatkan.

“[Aspek lainnya] tersedia pilihan penyalur kredit nonbank yang lebih cepat dalam pelayanan. Belum lagi, penyalur kredit nonbank lebih mudah dalam pemenuhan syarat administratifnya,” ujar Agusdin.

Sementara itu, Pimpinan Bisnis Usaha Kecil PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Anton Siregar berpendapat, tantangan dalam penyaluran KUR penempatan TKI salah satunya ialah bagaimana program ini agar dapat disosialisasikan lebih luas.

Pada sisi lain, bank tak bisa mengabulkan begitu saja permintaan kredit dari BMI lantaran mereka juga ingin pendanaan yang disalurkan tepat sasaran kepada BMI legal.

“Dalam hal pricing KUR tentu perbankan menjalankan sesuai kebijakan pemerintah,” pungkas Anton [Asa/Dini]

Advertisement
Advertisement