December 6, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ditemukan Di Gerbang KBRI Dalam Kondisi Sakit Parah, Panji Akhirnya Meninggal Dunia

2 min read
-

Lampung Timur – Setelah sempat terkatung-katung di Johor, Malaysia, akhirnya jenazah Panji Saputra (29) berhasil dipulangkan ke rumah duka di Dusun IV Rejo Agung, Desa Ratna Daya, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (24/8/2017) malam.

Kedatangan jenazah disambut langsung oleh Wakil Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari.

“Atas nama Pemkab Lampung Timur, kami mengucapkan terima kasih untuk partisipasi dalam proses pengembalian jenazah almarhum, mulai dari Malaysia sampai tiba ke rumah duka. Kami juga ikut berbelasungkawa, semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.

Penyerahan jenazah dilakukan langsung oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Provinsi Lampung yang diwakili Wahidin Syah, dan diterima oleh Pemkab Lampung Timur yang diwakili Wakil Bupati Zaiful Bokhari. Panji Saputra bin Sakat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia sejak tahun 2015.

Keterangan versi Konsulat Jenderal RI di Johor Bahru, Malaysia, almarhum meninggal di Hospital Sultanah Aminah Johor Bahru, Minggu (20/8/2017) pukul 04.35 waktu setempat. Selama ini, almarhum berprofesi sebagai tukang bangunan. Ia dilaporkan mengidap penyakit Malignant Melanoma With Brain Metastases atau semacam kanker otak yang ganas.

Sementara informasi lain dari rekan almarhum sesama PMI, Diko, awalnya yang bersangkutan bekerja di sebuah perusahaan dengan agen Soon Lee Heng Plantation and Fruits Trading. Namun entah kenapa, almarhum kabur dan kemudian bekerja sebagai kuli bangunan.

“Setelah jadi kuli bangunan, tidak ada kabar lagi tentang dia. Hingga akhirnya ia ditemukan oleh sesama TKI di depan gerbang Kedutaan Johor pada tanggal 17 Agustus 2017 dalam keadaan sakit parah,” ungkapnya.

Kabar yang beredar, almarhum Panji sempat datang ke klinik untuk berobat, namun ditolak dengan alasan administrasi. Dibantu oleh teman sesama PMI, ia lantas menghubungi keluarga yang di Lampung untuk mengurus surat agar dapat dirawat di klinik, dan supaya bisa dipulangkan ke Lampung.

“Tapi Tuhan berkehendak lain. Sebelum surat izin pulang jadi, Mas Panji sudah meninggal dunia,” bebernya melalui aplikasi percakapan jejaring sosial. Selamat Jalan Panji [Asa/Jaya]

Advertisement
Advertisement