May 15, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Eks PMI Produktif, Pilar Desa Migran Produktif

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

WONOSOBO – Dalam rangka memberdayaan eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pernah bekerja di luar negeri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menggelar serangkaian pelatihan Wirausaha bagi puluhan warga desa Kuripan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo Jumat (02/12) kemarin.

Dalam siaran persnya, Kemnaker RI menjelaskan, pelatihan ini dimaksudkan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan, sehingga daya saingnya meningkat dan tidak lagi menganggap bahwa bekerja ke luar negeri sebagai pilihan terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

“Pelatihan ini merupakan serangkaian kegiatan Kemnaker dalam upaya membentuk desa migran produktif. Membekali SDM dengan keterampilan dan kemampuan untuk mengenali dan mengolah potensi sumber daya alam disekitarnya” ujar Direktur Produktivitas Direktorat Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker, Estianty, di Wonosobo, Jumat (2/12).

Pelatihan pengolahan salak, singkong, telur puyuh, serta keterampilan membatik ini, lanjutnya, sudah disesuaikan dengan aspirasi masyarakat dan potensi sumberdaya alam desa. Pelatihan dimulai dari pembentukan karakter dan mental wirausaha mandiri, praktek pengolahan, sampai pengemasan produk.

“Sebelumnya tim Kemnaker juga sudah mendengarkan aspirasi warga. Karena kami berharap warga sekitar juga merasa bahwa program Desa Migran Produktif ini benar-benar konkret menjawab kegelisahan masyarakat dan sesuai dengan kondisi baik SDM maupun SDA-nya, sehingga mereka benar-benar merasakan kehadiran negara” paparnya.

Selain itu, Kepala Desa Kuripan Wahyu Cahaya Agung juga menyambut dengan antusias program Desmigratif. Menurutnya, selama ini warganya yang mayoritas petani salak dan singkong merasa kesulitan untuk mengembangkan ekonomi. Hal ini dikarenakan harga jual produk desa dalam bentuk bahan mentah masih relatif rendah.

“Karena kesulitan ekonomi itu, banyak yang jadi PMI ke luar negeri,” ungkapnya.

Wahyu berharap, program Desmigratif mampu mengubah pola pikir warga desa kuripan untuk lebih memilih mengoptimalkan potensi desa yang ada dan menjadi wirausaha mandiri daripada menjadi PMI. Selama ini, masyarakat Desa Kuripan yang mayoritas petani salak dan singkong hanya menjual buah salak yang harganya tidak menentu dan cenderung murah.

“Dengan adanya program dan pelatihan dari Kemnaker ini, masyarakat Desa Kuripan sangat terbantu terutama dalam praktek pengolahan dan pengemasannya,” pungkasnya. [Asa/Naker]

Advertisement
Advertisement