November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

HUT RI Ala PMI Di Tawau

2 min read
-

TAWAU – Peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 dirayakan oleh semua warga Negara Indonesia. Tidak terkecuali bagi warga Negara yang saat ini berada di luar negeri dan sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Ratusan PMI ikut memperingati hari kemerdekaan RI dengan melakukan upacara di halaman Kantor Konsulat Jendral RI (KJRI) untuk Tawau, Sabah, Malaysia. Ini merupakan salah satu bentuk penghargaan mereka kepada para pahlawan yang telah gugur dalam berperang.

“Meskipun menjadi TKI dan bekerja di luar negeri tapi kami tetap cinta Indonesia. Kebebasan ini merupakan hadiah terbesar untuk kami, kami sangat berterima kasih kepada para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan RI,” kata Hasanudin, salah satu PMI  asal Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Bersama ratusan PMI lainnya yang bekerja di Sabah, Malaysia, Hasan memperingati kemerdekaan dan mengibarkan bendera merah putih. Ia berharap di usia kemerdekaan yang mencapai 72 ini, kehidupannya dan kehidupan TKI lainnya bisa lebih baik.

“Tidak ada lain harapan kami, kami berharap bisa pulang ke tanah air dengan membawa rezeki untuk mencukupi kehidupan kami,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Konsul KRI Tawau, Krishna Djelani dalam siaran pers mengatakan agar PMI atau warga Indonesia di Malaysia tetap mengutamakan aturan dalam bernegara. Ia berpesan agar PMI dilengkapi dengan dokumen resmi. Sehingga dapat bekerja dengan baik dan nyaman. Terlebih dengan peringatan kemerdekaan ini, ia berharap semua PMI dapat bekerja dengan baik dan pulang ke tanah air dengan selamat.

“Warga Indonesia harus tetap menjaga tata susila dimanapun ia berada. Saya berharap semua warga Indonesia atau tenaga kerja Indonesia yang ada di sini memiliki dan melengkapi dokumennya. Ini merupakan aturan dari Negara dimana kita bekerja dan harus diikuti,” sarannya.

Di hadapan ratusan warga Indonesia di Tawau, ia berharap semua dalam keadaan sehat dan kembali ke tanah air dengan selamat. Selain itu, ia juga mengingatkan agar setiap WNI di Malaysia tetap mematuhi aturan yang ada di negara itu. Sebab tidak sedikit dari WNI atau PMI di Malaysia yang berhadapan dengan hukum.

“Ingat kembali tujuan kita ada divsini apa, di sini kita mau bekerja. Maka bekerja dengan baik, kerja nyata dalam membangun bangsa. Kita harus kembali dan membahagiakan keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Hasan dan beberapa rekannya berencana untuk pulang tahun depan. Ia berharap kondisi ekonominya bisa membaik setelah pulang ke NTB. Ia juga tetap berharap ketika pulang, ia bisa mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak. Sehingga ia tidak perlu lagi merayakan kemerdekaan RI di negara orang. [Asa/Lin]

Advertisement
Advertisement