May 18, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ini Ternyata Sebabnya, BMI “Kuasai” Taman, Trotoar Dan Jembatan Di Hong Kong

2 min read

HONG KONG – Di Hong Kong, tidak kurang dari 350.000 orang PRT asing yang berasal dari beberapa negara bekerja di rumaah tanbgga masyarakat Hong Kong. Jumlah sebanyak itu didominasi PRT yang berasal dari Indonesia dan Filipina. Sisanya berasal dari Vietnam, Kamboja serta Nepal.

Kecenderungan untuk berkumpul di satu tempat yang sama saat mengisi hari libur, sangat bisa dimaklumi, sebab hanya pada waktu itulah mereka bisa saling bertemu, bertukar pikiran, serta beraktifitas sosial dengan sesama buruh migran senegara asal.    Begitu juga dengan sesama Buruh Migran yang berasal dari Indonesia. Sudah bukan menjadi rahasia lagi, di Negeri Beton, kawasan Victoria Park khususnya dan Causeway Bay , sampai digelari sebagai miniatur Indonesia di Hari Minggu. Public Area dikawasan lainpun, juga dalam keadaan serupa saat hari Minggu atau libur nasional tiba. Jembatan Mong Kok, Mei Foo, Central serta beberapa tempat – tempat lain.

17 Tahun Kerja di Luar Negeri, Sulam Tidak Pernah Libur

Dilansir dari Oriental Group, masyarakat Hong Kong, khususnya otoritas Hong Kong, sebenarnya mengamati serius kondisi yang demikian. Bagaimana tidak, ketika warganya yang akan menggunakan jalur pedestrian harus terkendala dengan ribuan manusia yang duduk-duduk, ketika hendak bersantai-santai di taman, suasananya sudah dipenuhi ribuan manusia.

Tahun 1994, Departemen dalam Negeri Hong Kong pernah mengantisipasi hal ini dengan membuatkan sekolah-sekolah khusus PRT asing agar saat menikmati libur mereka mendapat kegiatan yang bermanfaat. Unit ini dipusatkan di Kennedy. Namun, 7 pusat pendidikan untuk PRT asing ini, harus ditutup lantaran tidak pernah ada yang mau mengunjungi. Grafik tertinggi dalam pengamatan otoritas Hong Kong, tetap di kawasan Causeway Bay untuk Domestic Worker yang berasal dari Indonesia.

Tata Cara Pembuatan dan Perpanjangan Paspor Di KJRI Hong Kong

Liao Cuilan, Managing Director of Employment, menyatakan, keberadaan PRT Asing yang sering berkumpul di Central dan Victoria Park, di mana mereka menduduki sejumlah besar tempat pejalan kaki dan tempat umum dan kadang-kadang bentrok dengan penduduk dan pengguna taman.

Liao Menganggap ini situasinya darurat. Jumlah PRT asing setiap tahun selalu bertambah. Otomatis, jumlah mereka yang berkumpul juga semakin banyak. Liao menyebut, pemerintah Hong Kong harus membuatkan alternatif yang bisa diterima oleh PRT Asing.

Membuatkan tempat hiburan misalnya, dipandang oleh Liao sebagai solusi yang bisa menekan jumlah kerumunan manusia di Hari Minggu dan Libur. [Asa/Oriental]

Advertisement
Advertisement