September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Keluarga Akui, Dini Keluhkan Majikannya

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

Ponorogo – “Komunikasi terakhir Jumat (07/10) kemarin, tidak ada yang janggal dengan istri saya. Seperti biasa, dia menanyakan bagaimana anak kami, sudah makan apa belum, bagaimana kesehatannya” kenang Nanang Setiono, Suami almarhumah Dhinia Sabatini kepada Apakabaronline.com di rumah duka Jalan Kumbokarno Nomor 78 Kota Reog Ponorogo.

Seperti pemberitaan kami sebelumnya, Dhinia Sabatini merupakan salah seorang PMI Hong Kong yang mengalami nasib tidak beruntung. Perempuan kelahiran tahun 1992 yang baru 3 bulan bekerja di Hong Kong ini harus pulang dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

Tri Hantoro (kiri) didampingi oleh Nanang Setiono suami almarhumah Dhinia Sabatini
Tri Hantoro (kiri) didampingi oleh Nanang Setiono suami almarhumah Dhinia Sabatini

Kali kedua Apakabaronline.com berkunjung ke rumah duka (19/10), tampak kerumunan warga sekitar memadati seputaran rumah duka. Mereka bersiap menunggu kedatangan jenazah Dhinia Sabatini yang tiba pada hari Selasa sekitar pukul 01:20 dini hari (21/10). Begitu pintu mobil jenazah milik UPT P3 TKI Jawa Timur di buka, jerit tangis histeris terdengar bersahutan. Satu persatu kerabat almarhumah jatuh pingsan.

Usai di sholatkan, dihadapaan awak media, kadinsosnakertrans Ponorogo, Sumani, yang didampingi oleh staf PT Mitra Sinergi Sukses, menjelaskan terkait dengan hak almarhumah, Dinsosnakertrans Ponorogo akan membantu pengurusannya.

Tangis histeris pecah saat peti jenazah dikeluarkan dari ambulan
Tangis histeris pecah saat peti jenazah dikeluarkan dari ambulan

“Kita sudah memastikan, almarhumah akan mendapat asuransi TKI dari Jasindo. Prosesnya sudah hampir finish, tinggal nunggu pencairan saja” terang Sumani.

Sementara itu, Ainul, staf PT Mitra Sinergi Sukses menginformasikan, disamping almarhumah menerima asuransi TKI di Indonesia, keluarga juga telah menerima santunan dari majikan almarhumah sebesar HKD 20.000.

“Disamping akan menerima asuransi Jasindo dalam waktu tidak lama lagi, keluarga juga telah menerima santunan dari PT Mitra Sinergi Sukses dan majikannya. Sedangkan asuransi dari Hong Kong juga sedang kita upayakan. Menunggu hasil autopsi kepolisian Hong Kong dulu kepastiannya” terang Ainul.

Dhinia Sabatini meninggalkan seorang anak yang masih berusia 3 tahun dan seorang suami. Bungsu 3 bersaudara anak pasangan Tri Hantoro dan Mistri nekad merantau ke Hong Kong dengan tujuan ingin memperbaiki kondisi perekonomian rumah tangganya. Namun aral tak dapat di tolak, Dhini menghembuskan nafas terakhirnya di kawasan Tower 3, Avigron 1, Kwun Chui Rd., Tuen Mun.

Baik keluarga maupun tetangga, memberikan kesaksian semasa hidupnya, Dhini dikenal sebagai sosok yang ramah, rajin, ulet dan sopan. Bahkan, Tri Hantoro ayah almarhumah menyatakan bahwa putri bungsunya merupakan figur yang patuh dan rajin.

Nanang Setiono, suami almarhumah membeberkan kepada Apakabaronline.com perihal istrinya yang sejak sebulan pertama bekerja di majikannya sering menyampaikan keluhan tidak betah dan tertekan. Bahkan, sempat juga Dhini mengaku pada suaminya berencana akan pindah majikan.

Hingga saat berita ini diturunkan, belum ada kepastian perihal penyebab meninggalnya Dhinia Sabatini. Namun jika merujuk pada temuan fakta di TKP, ponsel milik Dhinia ditemukan petugas di atap lantai 11 Tower 3, Avigron 1, Kwun Chui Rd., Tuen Mun, pada pakaian Dhini diitemukan selembar catatan yang menurut sumber di kepolisian Hong Kong berisikan curahan hati Dhini yang selama bekerja di rumah majikannya merasa tidak nyaman. [Asa]

Advertisement
Advertisement