November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mencurigakan, WNA Calon Suami BMI Asal Magelang Dideportasi

2 min read
-

MAGELANG – Zaenal Abidin (49) seorang warga Negara Singapura digelandang petugas Imigrasi Wonosobo di Borobudur Magelang saat hendak menikahi Riyanti,  BMI Singapura yang berstatus janda asal janda asal Dusun Kaliduren, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah Jumat (13/10) kemarin.

Penangkapan ini dilakukan setelah Wasdakim Wonosobo mendapat laporan dari Koramil Borobudur dan Polsek Borobudur perihal adanya WNA yang akan melakukan pernikahan tanpa dilengkapi dengan dokumen keimigrasian.

Dikutip dari Kompas.com, Zaenal datang ke kampung halaman kekasihnya Riyanti sudah sejak tanggal 17 September kemarin. Zaenal tinggal serumah dengan Riyanti dan sehari-hari tertutup tidak berbagul dengan lingkungan sekitar.  Kedatangan Zaenal, oleh tuan rumah juga tidak dikomunikasikan dengan aparat ;pemerintah setempat. Hal i ni memicu kecurigaan warga.

Lagi, 4 Suami “Oleh-Oleh” BMI, Dideportasi

Ronald Ferdinand, Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo menjelaskan, pihaknya dibantu aparat Polsek Borobudur, Koramil Borobudur, dan perangkat desa setempat telah melakukan pengecekan sebelum akhirnya menciduk pria tersebut.

“Setelah dicek, yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian, seperti paspor maupun surat izin tinggal. Selanjutnya kami amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” jelas Ronald.

Zaenal diamankan dari rumah kekasihnya yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Taman Wisata Candi Borobudur (TWC). Menurut pengakuannya, dia hendak menikah pada 17 Oktober 2017 mendatang.

“Saat kami minta identitasnya, dia menunjukkan surat izin melangsungkan pernikahan dari negara asalnya Singapura,” paparnya.

Dokumen tersebut dinilai tidak cukup kuat sehingga yang bersangkutan tetap harus diminta keterangan lebih lanjut. Jika terbukti melanggar Undang-undang Keimigrasian maka akan dikenakan sanksi administrasi, bahkan deportasi.

Kepada warga, keduanya mengaku hendak melangsungkan pernikahan di Borobudur pertengahan Oktober 2017 ini.

“Katanya tanggal 16 Oktober 2017 keluarganya dari Singapura mau datang ke sini (Borobudur), tapi diundur lagi tanggal 17 Oktober 2017. Mereka jarang bergaul, sehari-hari hanya di dalam rumah saja,” tutup Romadhon. [Asa/Ika-Kompas.com]

Advertisement
Advertisement