December 5, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mengerikan ! Longsor Susulan Nyaris Tenggelamkan Relawan dan Tim SAR

2 min read
-

Ponorogo – Seperti biasa, Minggu 9 April 2017, di hari ke 9 proses pencarian korban longsor dusun Tangkil Desa Banaran dimulai sejak pagi hari. Cuaca yang terpantau cerah di lapangan, menyemangati tim SAR dan Relawan. Aktifitaspun mereka lakukan sesuai dengan hasil koordinasi yang setiap hari selalu dievaluasi. Namun, bellum genap empat jam mereka bekerja di lapangan, gejala longsor susulan mendadak tertangkap salah seorang yang berada di lapangan.

Usai hal tersebut dilaporkan ke posko pusat, saat itu juga perintah untuk menghentikan pencarian dikeluarkan. Seluruh tim SAR dan relawan diinstruksikan untuk segera meninggalkan lokasi. Seketika, siapapun yang dilapangan serentak bergerak meninggalkan lokasi mereka masing-masing. Namun, belum tuntas pergerakan mereka ke tempat yang betul-betul aman, longsor susulan daam intensitas besar datang tak bisa ditunda lagi.

Pergerakan tanah dari titik pusat longsoran terlihat kasat mata bergerak turun menelusuri alur longsoran sebelumnya. Meskipun memakan korban materi, namun beruntung, cepatnya instruksi yang dikeluarkan posko pusat berhasil meniadakan korban jiwa baik dari relawan, tim SAR, awak media yaang meliput dilokasi, maupun masyarakat sipil yang dilibatkan dalam pencarian.

Informasi yang didapat Apakabaronline.com dari BPBD Ponorogo, pada longsor susulan yang terjadi sekira jam 11:47 hari ini (09/04) memakan korban material berupa dua unit rumah penduduk (yang sebelumnya dalam keadaan utuh) yang digunakan sebagaai posko, dua unit mobil lapangan yaitu satu unit mobil double cabin milik Polri dan sebuah mobil lapangan milik tim relawan, serta  5 unit sepeda motor milik relawan.

Pergerakan longsor susulan ini terpantau kasat mata belum benar-benar berhenti sampai pukul 14:30-an siang. Lidah ujung material longsoran mendekati jembatan depan SDN Banaran atau bergerak maju sekitar 500 meter. Kejadian siang ini menambah banyak jumlah angka pengungsi. Warga yang rumahnya disekitar SD yang sebelumnya tidak mengungsi, karena kejadian longsor susulan yang kian merapat ke pemukiman mereka, mengharuskan mereka untuk segera mengosongkan rumah masing-masing untuk mengungsi ke tempat yang aman.

“Disini sangat rawan, karena dari atas itu material tanah terus bergerak ke bawah, bahkan air dai longsoran itu sudah sampai di jembatan. Makanya saat ini kami lakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman,” ujar Kapolres Ponorogo, AKBP Suryo Sudarmadi.

Apakabaronline sempat mendapatkan beberapa rekaman video saat kejadian longsor susulan terjadi. Suara hiruk pikuk kepanikan, tangisan histeris ketakutan, terdengar jelas mengiringi pergerakan material longsor yang terlihat merobohkan apa saja yang dilewati.

Dalam video lainnya yang diambil dari posisi yang lebih tinggi, tampak aliran material longsor bergerak kebawah seperti gerakan arus banjir bandang.

Menyikapi kejadian ini, BPBD Ponorogo selaku koordinator tim yang menangani bencana longsor Banaran, memperketat larangan masuk bagi siapa saja yang tidak berkepentingan. Lokasi longsor kondisinya semakin rawan. Potensi longsor susulan masih besar peluangnya untuk terjadi kembali. Intensitas hujan yang masih tinggi, selalu diwaspadai.

“Kondisinya sangat mengkhawatirkan, untuk sementara berhenti hingga kondisi lebih aman,” kata Komandan Tim Basarnas, Asnawi  [Asa]

Advertisement
Advertisement