December 6, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menghilang, Eriyah Di “Sayembarakan” Majikannya

2 min read
-

Singapura – Eriyah (28) seorang PMI asal Indramayu Jawa Barat ini menghilang saat diajak majikannya berpergian ke Johor Baru Malaysia. Entah apa penyebabnya, Eriyah yang baru dua minggu bekerja di keluarga Ip ini membuat bingung keluarga majikannya.

Kepada koresponden Apakabaronline.com, keluarga IP yang merupakan warga Sentosa Singapura, menuturkan, peristiwa menghilangnya pembantu mereka terjadi pada Jumat (21/07) minggu kemarin. Saat itu, Eriyah dan keluarga IP sedang berada di sebuah klinik praktek dokter kandungan di kawasan Taman Bestari Johor Bahru Malaysia, karena beberapa saat sebelumnya, istri IP usai melakukan persalinan di tempat tersebut.

Disaat mereka disibukkan dengan urusan persalinan, Eriyah waktu itu diminta untuk berjaga diluar menemani ibunya IP. Sedangkan IP dan ketiga anaknya masuk ke dalam ruangan konsultasi. Pada saat ibunya Ip pergi ke toilet, peristiwa menghilangnya Eriyah ini terjadi. Sore itu sekira jam 15:00 waktu Johor Bahru, ibunya IP tidak mendapati Eriyah saat keluar dari toilet kemballi ke tempat semula.

Setengah jam berselang, usai mereka berusaha melakukan pencarian di sekitar tempat tersebut, Ip melaporkan hilangnya pembantunya ke kepolisian Johor Bahru. Malamnya, sesampai di Singapura, Ip juga melaporkan hilangnya Eriyah ke kepolisian Singapura.

Keesokan harinya, saat Ip melaporkan kejadian tersebut ke agen yang menyalurkan Eriyah bekerja, agen menyatakan, aasuransi kehilangan pembantu tidak berlakku sebab TKP hilangnya Eriyah di Malaysia, bukan di Singapura.

“Kepada agen penyalur Eriyah, saya sudah membayarkan uang sebesar SGD 4.000 didepan, sebagai biaya agency sekaligus biaya potongan yang harus diserahkan Eriyah ke Agen selama 5 bulan kedepan” aku Ip kepada kkoresponden Apakabaronline.com

Ip dan keluarganya menduga, peristiwa menghilangnya Eriyah merupakan sebuah kejahatan pelarian yang telah direncanakan. Dugaan tersebut diperkuat dengan permintaan Eriyah di hari-hari pertama dia kerja, minta untuk dibelikan kartu seluler prabayar Singapura. Selama memiliki kartu tersebut, Ip mengaku sering mendapati Eriyah berkomunikasi dengan banyak orang.

Melalui publikasi media sosial dan pengumuman yang di pasang Ip di beberapa media Singapura, Ip menawarkan hadiah sebesar SGD 650 (setara dengan 5,8 juta rupiah) bagi siapa saja yang bisa menemukan Eriyah. [Asa/Ellis]

Advertisement
Advertisement