December 6, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menjadi PMI Cara Praktis Atasi Ekonomi Di Daerah Ini

2 min read
-

Lampung Timur – Pergi bekerja ke luar negeri menjadi pekerja migran Indonedia (PMI) masih diidolakan oleh banyak keluarga di daerah Way Jepara Kabupaten Lampung Timur. Di kecamatan yang terkenal sebagai kantong PMI ini dari jumlah keluarga yang ada, sebagian besar anggota keluarganya sedang menjadi PMI atau menjadi mantan PMI.

Tak dipungkiri, memang langkah inisiatif yang diambil masyarakat di daerah ini cukup memberi kontribusi mengatasi permasalahan ekonomi. Terlepas dari mereka-mereka yang gagal, mereka-mereka yang tersakiti saat bekerja di luar negeri, animo masyarakat tetaplah tinggi.

Dusun Sinarbanten di Desa Labuhanratu misalnya, warganya mayoritas bekerja sebagai petani dan buruh serabutan. Tidak sedikit warga Dusun Sinarbanten yang mengadukan nasibnya menjadi PMI. Kepala Desa Labuhan Ratu  Nanang Widodo sebagaimana dilansir dari lampung pos mengatakan di Sinarbanten dari 338 kepala keluarga, 30 di antaranya masih berada di luar negeri sebagai TKI. Namun, sebagian besar penduduk desa ini sudah pernah bekerja menjadi PMI.

“Memang tidak semua yang bekerja sebagai TKI berujung sukses. Banyak juga yang pulang dari perantauan tidak memiliki apa-apa.” Terang Nanang

“Semua bergantung keluarga yang ditinggalkan karena rata-rata yang menjadi TKI ibu-ibu. Kalau suaminya tidak bisa mengatur keuangan, saat istri pulang mereka tidak punya apa-apa. Itu banyak yang terjadi,” imbuhnya.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lampung Timur, Winarti mengatakan mayoritas PMI berpendidikan rendah dan menjadi pembantu rumah tangga. Oleh karena itu, pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja perlu rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai persoalan menjadi pekerja migran.

“Yang perlu disosialisasikan itu pelajar SMA menjelang kelulusan karena mereka ini menjadi incaran para sponsor ilegal,” katanya.

Sponsor ilegal ini mengiming-imingi calon PMI dengan gaji besar dan ingin mengeruk keuntungan dengan memanipulasi data, seperti mengubah umur calon PMI.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Lampung Timur Budiyul mengatakan di Lamtim terdapat 45 perusahaan penyalur jasa PMI (PJTKI) resmi. Disnaker sudah sering sosialisasi terhadap calon PMI untuk berangkat ke luar negeri melalui PJTKI resmi, sehingga jika ada persoalan bisa mudah mengurusnya.[Asa/Lampost]

Advertisement
Advertisement