May 15, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menteri Wanita dan Keluarga Malaysia Puji Kelebihan PMI

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

Kekhawatiran dan antisipasi degradasi moral generasi muda, rupanya tidak hanya terjadi di NKRI. Negeri Jiran Malaysia mengalami hal serupa. Kemerosotan moral generasi mudanya sering menjadi topik bahasan banyak kalangan, mulai dari politisi, agamawan, pendidikan hingga pejabat struktural negara.

Disamping dampak globalisasi yang berimbas pada banyak hal, kecenderungan pasangan suami istri sama-sama bekerja di luar rumah juga menjadi sorotan. Dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Universitas Utara Malaysia pada kamis (18/08) kemarin, Menteri Wanita dan Keluarga Malaysia Datuk Seri Rohani Abdul Karim meyakini salah satu penyebab awal dari kemerosotan nilai dan moral generasi muda Malaysia adalah karena anak-anak Malaysia diasuh oleh pembantu rumah tangga dari negara asing.

Namun demikian, Rohani mengecualikan asal pembantu negara asing tersebut. Menurutnya, pembantu rumah tangga asing asal Indonesia dia anggap yang terbaik jika dilihat dari sisi kesesuaian norma dan moral. Pembantu rumah tangga dari Indonesia tidak seperti pembantu rumah tangga dari negara asal lainnya. Pembantu asing dari Indonesia lebih ramah terhadap moral dan tatanan nilai anak-anak Malaysia.

“Pembantu asing dari Indonesia memiliki dasar nilai dan norma yang sesuai dengan nilai dan norma bahkan keyakinan Agama dengan bangsa Kita Malaysia” aku Rohani.

Dalam pencermatan Rohani, PMI yang berprofesi sebagai pekerja rumah tangga di Malaysia relatif bisa menjaga tatanan moral bagi anak-anak majikan yang mereka asuh. Bahkan, tidak jarang lantaran kemiripan latar budaya dan Agama, PMI juga membantu anak majikan mereka dalam urusan pelajaran sekolah.

“Saya memiliki pengasuh anak dari Indonesia. Setiap hari selalu dekat dengan anak saya , sehingga anak-anak saya lebih dekat dengan pembantu saya dari Indonesia. Pembantu sayalah yang mengajari anak saja mengaji al-qur’an. Dia (PMI red) pandai sekali dalam ilmu tajwid, fiqh, akhlaq sehingga saya merasa tenang sebab dengan demikian anak-anak saya lebih terjaga moralnya” pujinya di hadapan forum seminar.

Saat diwawancara koresponden Apakabaronline.com, Rohani secara pribadi berharap pada pemerintah Indonesia jangan sampai menghentikan pengiriman tenaga kerjanya ke Malaysia terutama yang berprofesi sebagai pengasuh anak. Rohani justru berharap, adanya upaya peningkatan kapasitas SDM si pekerja yang akan dikirim, sebab sudah tidak menjadi rahasia umum lagi di Malaysia, bahwa PMI yang bekerja di sana tidak selalu melaewati proses penyiapan sesuai aturan dan prosedur yang distandartkan pemerintah Indonesia. [Asa/Ilham]

Advertisement
Advertisement